Perlancar Aktivitas Warga, Desa Banjar Fokus Bangun Infrastruktur

KBRN, Pandeglang : Desa Banjar merupakan salah satu diantara sebelas desa yang ada di Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang. Desa ini berbatasan langsung dengan Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari di sebelah utara. Dibagian selatan, berbatasan dengan Desa Citalahab, sebelah timur berbatasan dengan Desa Pasir Awi, dan disisi baratnya bersebelahan langsung dengan Desa Gunung Putri.

Memiliki luas 350 hektar, Desa Banjar didominasi oleh tanah kering yang luasnya mencapai 156 hektar dan tanah sawah 140 hektar. Sementara luas lainnya, terdiri atas tanah perkebunan seluas 25 hektar, dan fasilitas umum seluas 29 hektar.

Dengan dominasi luas tanah kering seluas 156 hektar, area ini sebagian besar digunakan untuk keperluas tegal lading yang mencapai 76 hektar, kemudian untuk pemukinan 53 hektar, dan keperluan pekarangan seluas 27 hektar.

Sementara untuk tanah sawah, paling besar dimanfaatkan untuk sawah irigasi ½ teknis yang memiliki luas 135 hektar, sedangkan sisanya meliputi sawah irigasi teknis seluas 5 hektar.

Pada tahun 2019, Desa Banjar dihuni oleh 2,391 penduduk laki-laki dan 2,253 penduduk perempuan. Jumlah itu dimpimpin oleh 1,153 Kepala Keluarga (KK) laki-laki dan 53 KK perempuan. Jika ditotal, jumlah KK di Desa Banjar sebanyak 1,216 KK.

Jumlah KK di Desa Banjar, memiliki 5 klasifikasi, yang meliputi 235 KK sebagai keluarga prasejahtera, 314 keluarga tergolong keluarga sejahtera 1, 332 KK masuk sebagai keluarga sejahtera 2, 303 keluarga prasejahtera 3, dan sisanya sebanyak 32 keluarga tergolong keluarga sejahtera 3 plus.

Desa yang dikomandoi oleh Didi Suryadi ini juga memiliki potensi menjanjikan dibidang holtikultora. Hal ini terlihat dari tanaman Cabai. Dari luas produksi lahan yang mencapai 3 hektar, memiliki produksi 1 hakter, dengan nilai produksi mencapai Rp11 juta.

Lalu tanaman Mentimun, dengan luas hanya 1 hektar, tetapi memiliki hasil produksi lebih dari 3 hektar dengan nilai produksi sebesar Rp9 juta. Begitu juga dengan tanaman Kacang Panjang, yang memiliki nilai produksi sebesar Rp2 juta dari luas produksi 1 hektar.

Di sisi lain, adanya program unggulan dari pemerintah pusat berupa Dana Desa, dianggap mampu membawa perubahan besar bagi Desa Banjar. Karena manfaat Dana Desa yang digulirkan sejak tahun 2014, menumbuhkan geliat perekonomian masyarakat menjadi lebih produktif. Hal itu imbas dari pembangunan desa yang terfokus.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Ustaz Abdul Muis mengakui bahwa dalam empat tahun terakhir, masyarakat banyak mendapat manfaat dari hadirnya Dana Desa. Dia memandang, dukungan Dana Desa membuka akses jalan masyarakat lebih baik.

“Di RT-RT juga sudah dibangun dan merasakan adanya Musrenbang. Kami merasakan manfaat apa yang telah dilakukan oleh Kepala Desa Banjar. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi. Terutama untuk fasilitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti Posyandu,” harapnya yang diamini pula oleh sejumlah warga yang ikut mendampingi.

Kepala Desa Banjar, Didi Suryadi mengungkapkan, berbagai pembangunan infrastrukutur sudah dibangun, terutama untuk membangun jalan berupa paving blok.

“Kebanyakan kegiatan masyarakat yang dibutuhkan itu infrastruktur. Jadi untuk memperlancar perkonomian masyarakat. Karena dengan infrastruktur, segala sesuatu akan mudah dan lancar digunakan,” jelasnya mantap.

Dirinya menyebut, selama tahun 2019, Desa Banjar telah membangun sekitar 22 titik paving blok dengan anggaran mencapai Rp600 juta.

"Hampir sebagian besar Dana Desa kami alokasikan untuk infrastruktur jalan, khususnya paving blok. Tahap tiga saja ada 11 titik yang dibangun," tutupnya. (*ADV)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00