Reporter harus Dekat dengan Sumber Informasi Bencana

KBRN, Bogor: Reporter RRI seluruh Indonesia diminta agar lebih dekat lagi dengan masyarakat yang memiliki potensi bencana. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan melakukan kerjasama dengan stakeholder kebencanaan seperti BPBD, BMKG dan PVMPG.  

"Upaya ini ditempuh untuk membangun hubungan dengan masyarakat kebencanaan. Karena mereka ini merupakan sumber informasi. Sehingga RRI menyiarkan hal penting agar masyarakat sadar bencana," ungkap Direktur Utama LPP RRI, M Rohanudin, saat membuka Workhsop Reporter  Tanggap Bencana "Kentongan" di Bogor, Selasa (26/11/2019). 

Apalagi, kata Rohanudin program mitigasi bencana merupakan prosesnya cukup panjang. Tidak mungkin langsung jadi, masyarakat langsung sadar. Maka dari itu kedekatan reporter dengan masyarakat yang terdampak kebencanaan. 

"Tugas kepala stasiun adalah bagaiman melobi stakeholder kebencanaan di daerahnya masing-masing. Harus dekat dengan potensi bencana seperti gempa. Sehingga harus mempelajari karakter bencana. Narsumnya siapa dan siapa korbannya dan masyarakatnya seperti apa," kata Dirut. 

Maka dari itu, jajaran direksi telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukungnya. Karena saat ini pendengar radio itu ada dua jenis. Ada dimensi radio teristerial dan radio digital. Pendengar digital saat ini dahyat dan RRI sudah melakukan itu dan disinilah RRI harus berperan. 

"Tanggung jawab RRI yakni menyediakan Sapras seperti rri.co.id, RRI Online, dan RRI 30 detik. Ini disiapkan RRI untuk jurnalisme publik," jelasnya. (NJ)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00