Pastikan Pelayanan Tak Terganggu, Komisi V Sidak RSUD

KBRN, Serang: Rombongan anggota komisi V DPRD Banten menyabangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. Kunjungan ini menyusul tragedi angin puting beliung yang menerpa wilayah Kota Serang beberapa waktu lalu. Adapun anggota komisi V yang Sidak dalam kesempatan itu diantaranya Ishak Sidik, Furtasan Ali Yusuf Mohammad Bahri, Tati Nurcahya, Ahmad Jaini, Iip Makmur, Shinta Wisnu Wardhani dan Ahmad  Fuady

Dari hasil Sidak ini ditemukan adanya keruskaan cukup vital dari atap rumah sakit yang terbawa angin. Akibatnya sejumlah ruang perawatan tak bisa difungsikan sebagaimana mestinya. 

"Betul dari hasil sidak ini kami melihat langsung sejumlah kerusakan atap bangunan di RSUD. Utamanya untuk ruang bedah yang tak bisa difungsikan lagi," kata Ketua rombongan, Ishak Sidik dilokasi, Selasa (19/11/2019). 

Menurutnya, atas temuan itu komisi V mendorong agar adanya upaya perbaikan segera terhadap atap rumah sakit. Sehingga pelayanan di RSUD tetap berjalan maksimal. 

"Dari laporan pa Direktur sih tidak ada kendala terkait pelayanan terhadap pasien. Karena untuk ruang bedah juga tetap dilakukan oleh RSUD dengan menggandeng 3 rumah sakit di Serang," katanya. 

Senda diungkapkan anggota komisi V DPRD Banten lainnya dari fraksi Nasdem, Furtasan Ali Yusuf. Sejauh ini pihak rumah sakit menggandeng RSUD Drajat Prawiranegara, RS Hermina dan Sari Asih dalam melayani pasien bedah.

"Jadi ketika ada pasien yang akan dioperasi di RSUD Banten, maka akan dirujuk ke 3 rumah sakit tersebut. Semoga ini tidak menjadi terganggu, karena jangan sampai ada pasien di pingpong akibat kejadian ini," kata Furtasan. 

Dalam kesempatan itu, Furtasan juga menyoroti estetika rumah sakit yang dianggapnya kurang layak. Padahal sekelas RSUD milik Pemda harusnya lebih rapih dan terlihat enak dipandang. 

"Coba lihat dari pintu masuk tadi, kan dilihatnya juga tidak enak, karena blower AC yang terpampang di bangunan depan rumah sakit," ujar Furtasan. 

Direktur Utama RSUD Banten, Danang Hamzah mengatakan angin puting beliung yang terjadi beberapa hari kemarin tidak berdampak signifikan terhadap pelayanan pasien. Meski diakui sejumlah ruang perawatan tak bisa digunakan, lantaran atap bangunan yang terbawa angin. 

"Ada 12 orang di ruang perawatan yang dievakuasi dan empat orang setelah dioperasi ketika angin puting beliung terjadi. Sehingga tidak ada korban tertimpa akibat peristiwa itu," jelas Danang. 

Sedangkan untuk menanggulangi kerusakan atap rumah sakit, Danang mengaku pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp150 juta untuk upaya perbaikan total bagian atap yang rusak. Anggaran sebesar itu diambil dari BLUD yang dimiliki rumah sakit. 

"Tanda tangan kontrak semoga sore ini bisa dilaksanakan, setelah itu proses rehab berjalan. Karena kontraktor nanti diberikan waktu dua Minggu untuk melakukan perbaikan rumah sakit," tegas Danang.  (NJ)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00