FOKUS: #PPKM

DP3AKB Catat Kasus Kekerasan Perempuan & Anak Kota Serang 52 Kasus

Kadis DP3AKKB Kota Serang, Anthon Gunawan foto bersama disela kegiatan pembentukan Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Serang, di hotel Wisata Baru Kota Serang, Senin (15/8/2022).

KBRN, Serang: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana DP3AKB Kota Serang melansir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga Juli 2022 mencapai 52 kasus.  Jumlah tersebut hampir melebihi data tahun lalu yang hanya 57 kasus. 

"Sampai akhir Juli ini sudah tercatat 52 kasus. Padahal tahun lalu 57 kasus. Ini nyaris melebihi tahun lalu. Sehingga Ini patut waspadai," ungkap Kadis DP3AKKB Kota Serang, Anthon Gunawan disela kegiatan pembentukan Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Serang, di hotel Wisata Baru Kota Serang, Senin (15/8/2022). 

Menurutnya, kasus kekerasan perempuan dan anak ini seperti fenomena gunung es. Dimana kasus yang muncul tidak lebih sedikit dari kasus yang belum dilaporkan. 

"Karena yang diketahui kasus kekerasan perempuan dan anak ini seperti fenomena gunung es. Karena yang muncul hanya yang dilaporkan. Sementara yang tidak dilaporkan banyak," ujarnya. 

Untuk itu atas temuan ini, lanjut Anthon  mengajak semua pihak dapat bekerjasama dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Serang. Karena diakui pemerintah tak bisa bekerja sendiri, melainkan perlindungan terhadap perempuan dan anak ini perlu juga peran semua pihak termasuk masyarakat hingga keluarga.  

"Banyak PR diantaranya hari ini baru bisa membentuk puspa. Ini untuk mendeteksi lebih awal kasus kekerasan perempuan dan anak. Karena temuan kasus didominasi kasus kekerasan seksual.Faktor penyebabnya gadget hingga ekonomi," katanya. 

"Yang paling penting adalah kontrol dari orang tua. Misalnya saat menggunakan gadget di rumah. Sehingga orang tua tau apa yang ditonton anak-anaknya," ucap Anthon. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar