FOKUS: #PPKM

Sudah Turun, Banten Serius Berantas PMK

KBRN, Serang: Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Moch. Tranggono, mengatakan meskipun angka penularan penyakit tersebut masih terbilang rendah, namun diperlukan langkah-langkah yang serius untuk pengendalian penyakit agar tidak semakin meluas. 

"Karena PMK ini dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup tinggi," ujarnya. 

Tranggono menyebut salah satu upaya yang telah dilakukan Pemprov Banten dalam mengendalikan PMK antara lain dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian PMK melalui Keputusan Gubernur Banten Nomor 524.31.05/Kep/177-Huk/2022 tentang Pembentukan Satuan Tugas Penyakit Mulut dan Kuku (Food and Mouth Disease) Tingkat Provinsi Banten, yang anggotanya terdiri dari berbagai instansi, baik OPD, UPT Kementerian unsur TNI dan APH (kepolisian dan kejaksaan).

"Namun belum seluruh kabupaten/kota menindaklanjuti upaya ini, karena masih terdapat beberapa kota yang belum membentuk Satgas PMK," katanya. 

Tranggono mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik penyelenggaraan apel siaga PMK ini. 

“Inisiasi dari Irjen Kementan ini sangat berarti dalam meningkatkan sinergisme antar instansi dalam mempercepat pengendalian PMK di Banten," kata Tranggono. 

Dalam kesempatan apel siaga PMK tersebut, dilakukan penyerahan bantuan vaksin 4.400 dosis beserta kelengkapannya kepada Dinas Pertanian Provinsi Banten dan bank pakan 4 unit kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak dan Dinas Pertanian Kabupaten Serang. Selain itu juga diserahkan bantuan pompa air 4 unit, power thresher 1 unit, Unit Pengolahan Hasil (UPH) kedelai 1 unit dan pestisida nabati 2.225 liter kepada kelompok tani di Provinsi Banten. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar