Terminal Cadasari Direaktivasi Setelah Lama Tak Berfungsi

Petugas sedang mendata dan menarik retribusi angkutan yang masuk ke Terminal Cadasari. (RRI/Dendy)

KBRN, Pandeglang: Setelah bertahun-tahun terbengkalai, Terminal Cadasari di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang kembali direaktivasi. Diaktifkannya kembali terminal tipe C itu sebagai upaya Pemerintah Daerah untuk menggenjot retribusi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang, Atang Suhana menerangkan, angkutan jurusan Serang-Pandeglang kini diwajibkan masuk ke terminal. Nantinya mereka didata dan dipungut retribusi sebesar Rp2.000 setiap hari.

"Kami melihat tiga terminal belum berjalan, kita berupaya untuk mengaktifkan kembali. Dimulai dari Terminal Cadasari. Sekarang angkot jurusan Serang-Cadasari diwajibkan masuk ke terminal," katanya, Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Telan Anggaran Rp1,6 Miliar, Terminal Cadasari Pandeglang Dibiarkan Sepi

Dia mengakui sejak dibangun tahun 2018 silam dengan anggaran mencapai Rp1,6 miliar, terminal tersebut tidak berjalan efektif. Padahal Terminal Cadasari memiliki potensi retribusi yang cukup besar. Sehari petugas bisa mengumpulkan retribusi dari 70-100 angkutan.

"Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi terminal tahun 2022 sebesar Rp300 juta dari seluruh terminal di Pandeglang. Saat ini sudah terealisasi sebesar 57 persennya," sebut Atang.

Maka dia menegaskan, kedepan Dishub akan terus mengefektifkan keberadaan Terminal Cadasari. Petugas akan ditempatkan setiap hari di depan pintu masuk dan dalam kawasan terminal. Bukan hanya itu, fasilitas dan akses menuju terminal juga akan segera diperbaiki.

Baca juga: Terminal Cadasari Terbengkalai, Pengamat: Akibat Perencanaan Tidak Matang

"Kedepan kami akan menempatkan petugas di pintu masuk dan area terminal. Setiap hari akan kami turunkan 2 anggota wasdal, terutama di depan. Jadi kapasitas petugas terminal ada di dalam," jelasnya.

Atang melanjutkan, setelah Terminal Cadasari, pekan depan pihaknya juga akan mengaktifkan kembali Terminal Carita, dilanjutkan Terminal Panimbang diakhir bulan Agustus. Dia berharap sopir angkutan dan masyarakat bisa menyukseskan reaktivasi tiga terminal ini.

"Soal fasilitas dan akses, kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Kami sudah mengajukan pengajuan ke Dinas PUPR agar akses ke terminal diperbaiki. Semoga paling cepat di perubahan anggaran (APBD Perubahan 2022) bisa dilaksanakan," tandasnya.

Sementara salah seorang sopir angkutan, Ujang mengaku tidak mempersoalkan pemungutan retribusi di terminal. Hanya dia mengeluhkan ketidaktertiban sopir angkutan yang sering tidak menaati aturan. Apalagi tidak sedikit angkutan Serang-Pandeglang yang bodong tanpa dilengkapi surat resmi.

Baca juga: Terbengkalai, Terminal Simpang Malingping Ditinggalkan Sopir Angkutan

"Kurang tertib, sopir angkutan kurang teratur. Apalagi banyak sopir jurusan Serang-Pandeglang yang tidak jelas, tanpa surat-surat," keluhnya.

Bukan hanya itu, pria asal Tasikmalaya itu juga mengeluhkan kondisi jalan masuk terminal yang rusak. Oleh karenanya dia berharap reaktivasi tersebut diikuti dengan pembenahan terminal supaya lebih nyaman bagi sopir dan penumpang.

"Soal retribusi saya tidak keberatan, wajar segitu mah. asalkan fasilitasnya diperbaiki, memadai, dan dibuat tertib. Jalan juga diperbaiki supaya jalur masuk mudah dilalui," harap pria asal Tasikmalaya itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar