Terbentur Regulasi, Pembangunan Desa di Pandeglang Terhambat

Ilustrasi pembangunan disalah satu desa di Pandeglang. (Arsip RRI Banten)

KBRN, Pandeglang: Pembangunan infrastruktur desa di Kabupaten Pandeglang pada tahun ini terhambat. Penyebabnya karena Pemerintahan Desa terbentur dengan regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2022.

Dalam aturan tersebut, Dana Desa yang dialokasikan, harus dibagi untuk program perlindungan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa paling sedikit 40%, lalu program ketahanan pangan paling sedikit 20%, dan dukungan penanganan Covid-19 sebesar 8%.

Baca juga: Bantuan Covid-19 Dari Dana Desa Bagi Warga Pandeglang Belum Jelas

“Sisanya 32 persen itu kan ada untuk honor RT, RW, kades, dan guru ngaji. Paling sisa untuk pembangunan tidak begitu banyak, hanya sekitar seratusan juta,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang, Doni Hermawan, Rabu (6/7/2022).

Dia menilai, sisa Dana Desa itu tidak akan cukup untuk membangun kebutuhan infrastruktur, terutama peningkatan jalan. Akibat alokasi yang terbatas itu, program Jalan Desa Mantap Betul (Jadesmantul) yang merupakan program integrasi dengan Pemerintah Daerah berupa Jalan Kabupaten Mantap Betul (Jakamantul), harus ditunda.

“Saya harap 2023 ada momen yang bagus, Covid melandai sehingga dana BLT tidak ada dan kita bisa fokuskan pada program Jadesmantul,” harapnya.

Baca juga: Kepala Desa Diingatkan Transparan dan Akuntabel Dalam Kelola Dana Desa

Doni mengungkapkan, kondisi saat ini menjadi dilematis bagi Kepala Desa yang baru terpilih tahun 2021 lalu. Sebab mereka dipastikan tidak bisa merealisasikan janji kampanyenya pada tahun ini. Hanya Doni mengaku sudah menekankan kepada Kades agar tetap mematuhi aturan yang berlaku.

“Kalau bicara dilematis, pasti. Karena banyak Kades yang mengusung visi misi saat kampanye untuk pembangunan. Namun (sekarang) terbentur dengan aturan. Akan tetapi secara aturan, mereka harus melaksanakan. Makanya tetap harus diikuti agar tidak salah,” pesan dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar