FOKUS: #PPKM

Masih Kemarau Basah, Stakeholder Kebencanaan Ajak Masyarakat Waspada

KBRN, Serang: BMKG Maritim Kelas 1 Serang memprediksi musim kemarau basah diprediksi masih terjadi hingga September mendatang. Kondisi ini dipengaruhi dari cuaca global. "Kondisi cuaca di Banten ini tentu ada pengaruh global yang berdampak terhadap cuaca lokal termasuk Banten. Sehingga hujan mundur," ucap Kepala Stasiun Maritim BMKG Kelas 1 Serang Nurhuda disela dialog kentongan di luar studio di Kantor Maritim BMKG kelas 1 Serang, Kamis (30/6/2022). 

Dengan begitu, kata Nurhuda kemarau basah panjang ini perlu diwaspadai khususnya di wilayah Banten Tengah dan Selatan. "Secara umum di Indonesia sudah pancaroba dan ada yang kemarau. Misalnya Kalimantan sudah kemarau, tapi sebagian wilayah lain sudah memasuki Pancaroba," katanya. 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengakui atas prediksi BMKG ini perlu menjadi perhatian dari semua pihak. Tidak hanya masyarakat, melainkan pemerintah juga perlu mewaspadai. "Setiap kejadian bencana apapun, jangan hanya melihat di hilir saja, tapi juga di hulu atau awalnya. Contohnya pohon tumbang yang tupoksinya ada di BPBD juga. Nah disana diliat apakah pohon itu sudah tua keropos atau pernah ditabrak kendaraan. Sehingga masyarakat harus lihat ke sana," katanya.

Di Kota Serang, kata Diat memiliki 7 potensi bencana yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Ketujuh potensi bencana itu di antaranya banjir, kekeringan, angin puting beliung, kegagalan industri hingga tsunami. "Meski memang untuk kegagalan industri  dan tsunami itu berkaitan dengan daerah lain," tegasnya. 

Kepala Bidang Bina Marga Pada Dinas PUPR Kota Serang, Muhammad Asdar menambahkan, dengan potensi bencana yang beragam memang perlu kerjasama semua pihak dalam upaya pencegahan maupun penanganannya. "Jadi memang tidak hanya pemerintah, melainkan masyarakat juga harus terlibat," imbuhnya. 

"Tapi pada prinsipnya dari hasil evaluasi setiap bencana yang menerjang di Kota Serang, Dinas PUPR siap bekerjasama dengan seluruh stakeholder," tegas Asdar. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar