FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Gempa Bumi di Banten Sepekan Terakhir Berkurang 46 Persen

Ilustrasi seismograph. (Istimewa)

KBRN, Tangerang: Gempa bumi yang terjadi di Provinsi Banten selama sepekan terakhir mengalami penurunan disbanding pekan lalu.

Stasiun Geofisika Klas I Tangerang mencatat, pada periode 13-19 Mei 2022, terjadi gempa bumi tektonik sebanyak 19 kejadian.

“Jumlah ini lebih rendah 46 persen frekuensinya disbanding periode 6-12 Mei 2022 yang tercatat ada 35 kejadian gempa bumi,” sebut Kepala Stasiun Geofisika Klas I Tangerang, Suwardi dalam keterangan persnya yang diterima RRI, Jumat (20/5/2022).

Baca juga: Aktivitas Gempa di Banten dalam Dua Pekan Mencapai 94 Kejadian

Dia membeberkan, sebaran pusat gempa bumi atau episenter umumnya terjadi di laut, yaitu pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian barat Provinsi Lampung, Selat Sunda, hingga Jawa Barat.

“Gempa bumi didominasi dengan kekuatan 3 sampai 5 magnitudo, yaitu sebesar 53 persen atau 10 kejadian. 47 persenya atau 9 kejadian dengan kekuatan kurang dari 3 magnitudo. Dan tidak ada kejadian gempa bumi yang berkekuatan lebih dari 5 magnitudo,” katanya merinci.

Baca juga: Tanggap Darurat Gempa Pandeglang Dicabut, Beralih ke Masa Transisi

Adapun berdasarkan kedalamannya, gempa bumi pada periode tersebut yang termasuk gempa bumi dangkal (h < 60 km) sebesar 89 persen (17 kejadian), 11 persen (2 kejadian) gempa bumi menengah (60 km ≤ h < 300 km) dan tidak ada kejadian gempa bumi dalam (h ≥ 300).

“Dari 19 gempa bumi yang terjadi, tidak ada kejadian gempa bumi yang guncangannya dirasakan di wilayah Banten,” tandas Suwardi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar