Minim Peralatan, Balawista Pandeglang Kesulitan Lakukan Penyelamatan

Balawista Pandeglang mengaku kekurangan alat untuk penyelamatan. (Istimewa)

KBRN, Pandeglang: Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Pandeglang mengaku kekurangan peralatan untuk penyelamatan bagi wisatawan. Akibatnya Balawista kerap kesulitan untuk memantau maupun menyelematkan wisatawan ketika terjadi kecelakaan laut.

Ketua Balawista Pandeglang, Mukhlas Halim menyebut, saat ini Balawista hanya memiliki sejumlah pelampung. Padahal untuk meningkatkan kinerja personel, Balawista memerlukan peralatan yang lebih mumpuni.

Baca juga: Balawista Terjunkan Ratusan Personil saat Libur Tahun Baru

“Kesulitan pasti ada, karena memang kesiapan kita dari sisi personel dan kelengkapan alat-alat penyelamatan yang terbatas disaat pengunjung membludak,” katanya, Rabu (18/5/2022).

Dia menyebut, sebelumnya Balawista sempat memiliki rubber boat. Namun alat itu rusak ketika diterjang gelombang tsunami tahun 2018 silam. Sampai saat ini, Balawista Pandeglang belum mendapat penggantinya dari pemerintah.

“Yang paling urgent dibutuhkan yaitu rubber boat dan pelampung. Karena saat terjadi kecelakaan di tengah laut, kan kita membutuhkan alat yang bisa cepat menjangkau korban,” sambungnya.

Baca juga: Wisata Pantai di Banten Dijaga 105 Anggota Balawista

Mukhlas menjelaskan, kebutuhan peralatan itu bukan hanya dibutuhkan untuk pengamanan wisatawan di pantai, tapi juga di objek wisata tirta lainnya sebab fokus kerja Balawista juga ditempatkan dibeberapa objek wisata air, baik alam maupun buatan.

“Dulu kita punya satu rubber boat, tapi hilang ketika tsunami 2018 lalu. Namun sampai saat ini belum ada gantinya padahal kami sudah mengajukan bantuan,” keluh dia.

Baca juga: Balawista dan Kemenpar Selenggarakan Uji Kompetensi Pemandu Keselamatan di Banten

Untuk mengurangi keterbatasan itu, Balawista mengatasinya dengan berkoordinasi dengan Polairud atau Basarnas. Oleh karenanya Mukhlas berharap pemerintah maupun lembaga lainnya bisa berkontribusi dalam bantuan peralatan penyelamatan.

“Peralatan kami kurang, namun kami kerjasama dengan Polairud dan Basarnas. Memang perlataan di kami minim sekali jadi kami harus banyak-banyak koordinasi dengan instansi terkait lainnya,” tutup Mukhlas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar