Nihil Kasus PMK, Pandeglang Tetap Tingkatkan Kewaspadaan

Ilustrasi petugas sedang memeriksa kesehatan hewan ternak. (ANTARA/Irwansyah Putra).

KBRN, Pandeglang: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang memastikan sampai saat ini tidak ada kejadian kasus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak.

Namun demikian, otoritas setempat sudah meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyakit menular tersebut beredar di Pandeglang.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kejadian di Pandeglang, termasuk di Banten belum ada laporan terjadinya penyebaran wabah PMK,” ujar Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandeglang, Budi S Januardi, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: Seekor Domba Mati Pasca Terpapar PMK

Budi menuturkan, peningkatan kewaspadaan itu dilakukan dengan sosialisasi serta observasi terhadap sentra peternakan ternak berkuku genap atau belah. Apalagi hal ini berkaitan dengan menjelangnya Hari Raya Kurban Iduladha 1443 Hijriah.

“Kita menindaklanjuti dengan membuat Surat Edaran kepada Petugas Pertanian Lapangan (PPL) sebagai koordinator dan himpunan peternak domba kamping Pandeglang, pasar hewan, rumah potong hewan, kepala UPT hingga pelaku usaha,” jelasnya.

Baca juga: Hadapi PMK, Perbankkan Mulai Khawatir Salurkan Kredit

Budi menjelaskan, kewaspadaan itu juga berkaitan dengan kondisi didua provinsi yang bersebelahan dengan Banten, yakni Jawa Barat dan Lampung, yang dilaporkan sudah terkena PMK. Maka dari itu, pihaknya kini terus meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten maupun Balai Karantina Pertanian.

“Untuk lalu lintas hewan antar kabupaten, itu ranah pengawasannya ada di provinsi. Kabupaten hanya mengawasi lalu lintas antar kecamatan. Tapi kami sudah koordinasi dengan Pemprov Banten dan Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon terkait dengan upaya peningkatan kewaspadaan ini,” bebernya.

Selanjutnya : TIDAK MENULAR KE MANUSIA

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar