Miris! Bertahun-tahun Jalan Penghubung Desa di Patia Berlumpur

Jalan penghubung Desa Ciawi dengan Desa Idaman di Kecamatan Patia yang rusak parah. (Istimewa)

KBRN, Pandeglang: Jalan yang menghubungkan Desa Ciawi dengan Desa Idaman, tepatnya di Kampung Kramat, Desa Ciawi dan Kampung Tajur, Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang rusak parah. Jalan sepanjang 1,5 kilometer itu berlumpur dan sulit dilalui oleh kendaraan. Padahal kerusakan itu sudah terjadi sejak empat tahun lalu.

Akibatnya, aktivitas warga kerap terganggu, termasuk petani yang kesulitan membawa hasil panen. Apalagi bila hujan turun, dipastikan ruas jalan tersebut tak ada yang melintas alias terisolir karena tak ada akses lintasan lain yang dapat digunakan.

Baca juga: Dalam Empat Tahun, Kualitas Jalan Baik di Pandeglang Hanya Meningkat 24,58 Persen

Seorang warga setempat, Faturohman menuturkan, pengendara yang melintas di jalan tersebut harus ekstra hati-hati. “Kalau enggak hati–hati, pasti jatuh. Soalnya jalannya licin banget,” keluhnya, Senin (21/2/2022).

Dia mengaku, warga sudah berkali–kali mengajukan permohonan perbaikan ruas jalan tersebut, melalui aparatur desa maupun kecamatan. Namun sampai saat ini belum juga direspons.

“Selain menghambat perekonomian masyarakat, akibat kondisi jalan begitu, masyarakat yang sedang sakit dan hendak ke Puskesmas-pun kesulitan saat melintasinya,” ucap dia.

Baca juga: Di-PHP-in Soal Pembangunan Jalan, Warga Pagelaran Tagih Janji Kampanye

Warga lainnya, Asep mengaku berkali–kali nyaris terjatuh saat melintasi ruas jalan tersebut. Selain berlumpur, jalan tersebut berdebu ketika musim kemarau.

“Masyarakat sangat mendambakan jalan mulus, karena demi kelancaran aktivitas,” harapnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Idaman, Kecamatan Patia, Hilman membenarkan kondisi jalan tersebut. Menurutnya, jika tergenang banjir, jalan tersebut dipastikan tak dapat dilintasi. 

“Hampir kurang lebih empat tahun belum ada perhatian. Sebelumnya jalan itu berbatu (pengerasan,red). Tapi sekarang, berlumpur lagi dan berharap segera ada perhatian dari pemerintah daerah (Pemda),” ujar Hilman.

Baca juga: Warga Tiga Desa di Pandeglang Menunggu 40 Tahun Agar Akses Jalan Dibuka

Hilman mengungkapkan, dia dan warga desa lainnya bukan tanpa upaya. Bahkan ia dan Kepala Desa (Kades) Ciawi sudah berkali–kali memohon ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), bahkan Bupati Pandeglang, Irna Narulita untuk meminta perbaikan.

“Sampai sekarang, belum ada tindaklanjut. Mudah–mudahan, dengan adanya program Jakamantul (Jalan Kabupaten Mantap Betul, red), ruas jalan ini teralokasikan untuk pembangunan,” harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar