FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Tanggap Darurat Gempa Pandeglang Dicabut, Beralih ke Masa Transisi

Salah satu rumah warga di Kecamatan Sumur yang rusak akibat guncangan gempa 14 Januari 2022. (Istimewa)

KBRN, Pandeglang: Status tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Pandeglang yang ditetapkan sejak tanggal 14 Januari 2022, dicabut per tanggal 27 Januari 2022. Saat ini, pemerintah memberlalukan masa transisi darurat di daerah-daerah terdampak selama 180 hari.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika menjelaskan, keputusan mencabut status tanggap darurat itu dilakukan setelah melalui rapat evaluasi.

Baca juga: Tanggap Darurat, Pemkab Pandeglang Belum Keluarkan Dana Khusus Bencana

“Ada opsi apakah dicabut atau memperpanjang masa tanggap darurat. Kesimpulannya kita mencabut, karena kita sudah cukup tanggap daruratnya sehingga masuk ke masa transisi, mengingat tidak ada lagi kedaruratan yang mesti ditangani. Masyarakat juga sudah aktivitas normal lagi, bantuan juga sudah banyak,” katanya kepada RRI, Jumat (28/1/2022).

Dia membeberkan, masa transisi ini akan difokuskan pada verifikasi dan validasi data kerusakan yang terjadi. Nantinya masing-masing instansi teknis akan terjun untuk mendata ulang bangunan yang rusak akibat gempa berkekuatan 6.6 magnitudo itu.

“Kami kan mendata, nanti kami akan melakukan verifikasi kerusakan-kerusakan rumah. Tapi kalau yang lainnya masing-masing instansi, Misalnya jalan jembatan di  DPUPR, madrasah atau sekolah ada di Dindikpora dan Kemenag,” ucapnya.

Baca juga: Usai Diguncang Gempa, Warga Mulai Mengais Sisa Runtuhan

Setelah itu kata dia, akan dikonsultasikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai acuan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap bangunan-bangunan yang rusak.

“Jadi masa transisi itu bagaimana dampak-dampak itu kita data, untuk kita verifikasi dan validasi sebelum masuk ke masa pemulihan, salah satunya nanti melakukan RR (rehabilitasi dan rekonstruksi) dan sebagainya. Nanti diakhir masa transisi akan ada rapat lagi,” tandasnya.

Baca juga: BNPB Beri Stimulan Rp10-50 Juta bagi Rumah Rusak Akibat Gempa

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun, total rumah rusak akibat gempa yang berpusat di Kecamatan Sumur itu berjumlah 3.437 unit, yang tersebar di 185 desa di 30 kecamatan. Jumlah itu terdiri atas 1999 unit rumah rusak ringan, 998 rusak sedang, dan 440 unit rumah rusak berat.

BNPB akan memberi stimulus bagi korban bencana gempa bumi yang rumahnya mengalami kerusakan. Dana stimulus itu akan diberikan dengan kategori rumah rusak ringan mendapat bantuan sebesar Rp10 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak berat akan dibantu sebesar Rp50 juta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar