Selama Pandemi Covid-19, Realisasi Pajak Restoran dan Hotel di Cilegon Meningkat

KBRN, Cilegon : Realisasi pajak dan restoran di Kota Cilegon mengalami kenaikan yang cukup signifikan selama pandemi Covid-19. Tercatat pada tahun 2020, pajak restoran mencapai Rp6,6 miliar sedangkan tahun 2021 mencapai Rp9,2 miliar. Kenaikan itu diprediksi karena banyak masyarakat yang memesan makanan melalui jasa antar selama pandemi. 

Kepala Bidang Pajak Daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon, Hadi Permana menyampaikan, selain pajak restoran, pajak hotel juga terjadi kenaikan. Tercatat pada tahun 2020 realisasi pajak hotel sebesar Rp26 miliar dan pada tahun 2021 naik menjadi kisaran Rp50 miliar.

"Tapi kalau kita urai per setiap jenis pajak. Restoran itu naik sebenarnya dari 2020. Tadinya Rp6,6 miliar pada 2021 menjadi Rp9,2 miliar. Hotel juga naik, 2020 dapatnya 21 miliar pada tahun 2021 menjadi 26 miliar atau naik sekitar Rp5 milar. Itu beberapa jenis pajak yang naik," ujar Hadi di kantornya, Rabu (26/1/2022)

Meski begitu, realisasi Pajak Penerangan Jalan (PPJ) masih lebih tinggi dibandingkan dengan objek pajak yang lainya. Seperti pajak reklame, pajak parkir, pajak hiburan, pajak mineral bukan logam dan batuan atau pajak galian C. Sebab pajak PPJ pada tahun 2020 terealisasi sebesar Rp211 miliar dan pada tahun 2021 mencapai Rp209 miliar.

Adapun realisasi pajak yang paling terendah selama pandemi Covid-19 yakni, pajak hiburan seperti bioskop, permainan anak-anak, kolam renang dan lain sebagainya yang rata-rata pada tutup semua akibat pandemi. Tercatat realisasi pajak hiburan tahun 2020 sebesar Rp1,9 miliar dan tahun 2021 sebesar Rp1,2 miliar. 

"Yang tertinggi tetap PPJ, kalau yang terendah tahun ini pajak hiburan. Karena tempat hiburan bioskop, tempat bermain anak-anak kolam renang pada tutup semua selama pandemi," ucap Hadi.

Meski begitu, Hadi menerangkan,  secara umum realisasi pajak daerah Kota Cilegon selama pandemi setiap tahunya mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2020 dari target Rp422 miliar tercapai Rp564 miliar. Sedangkan target realisasi pajak tahun 2021 dari target Rp579 miliar tercapai Rp485 miliar.

Hadi menambahkan, peningkatan terjadi, lantaran capaian realisasi pajak dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada tahun 2020 terbantu dengan adanya pembebasan lahan untuk salah satu proyek strategis nasional yang ada di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak. 

Sementara pada tahun 2021 realisasi pajak BPHTB dari target 147 miliar menjadi Rp217 miliar atau 147,38 persen Sedangkan, tahun 2021 dari target Rp237 miliar menjadi Rp133 milar atau 56,13 persen.

"Setelah perubahan tergetnya Rp422 miliar realisasinya Rp564 miliar, artinya pencapaiannya 133 persen. Ini artinya capaiannya tinggi, kenapa tinggi. Karena ada pencapaian BPHTB yang mencapai Rp217 miliar dari adanya pembebasan lahan salah satu proyek strategis nasional yang ada di Kelurahan Suralaya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar