FOKUS: #VAKSIN COVID

Varian Omicron Bertambah, Warga Banten Diminta Perketat Prokes

Seorang warga tengah disuntik vaksin oleh petugas dinas kesehatan. Foto Dinkes Banten

KBRN, Serang: Kasus konfirmasi varian Omicron di provinsi Banten terus bertambah. Dari data terakhir kasus konfirmasi varian Omicron tercatat sebanyak 21 kasus. Penambahan kasus terjadi di dua daerah yakni Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. 

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengakui untuk saat ini warganya dihimbau untuk lebih ketat lagi dalam menjalankan protokol kesehatan. Bahkan aktivitas di luar rumah yang dianggap kurang perlu agar dikurangi. 

"Yang pertama tingkat kedisplinan warga harus ketat. Jangan sampai tidak disiplin menjaga Prokes. Termasuk kami dengan mengevaluasi pembelajaran tatap muka. Karena dampaknya luar biasa itu," ujar Andika, Rabu (26/1/2022).

Bahkan Andika menyebut pihaknya juga akan melakukan evaluasi sejumlah kebijakan menyusul peningkatan kasus varian Omicron. Salah satu yang menjadi perhatian yakni kebijakan pembelajaran tatap muka yang sudah berlangsung di Banten. 

"Ketiga percepatan vaksin vial kedua juga lagi dipercepat dan seterusnya vaksin booster, ini juga lagi dipercepat," terang Andika. 

Kepala Dinas Kesehatan provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menjelaskan dari data yang dihimpun penularan Omicron terjadi di Kota Tangerang sebanyak 5 kasus dan Kota Tangerang Selatan sebanyak 16 kasus. Dari data itu diidentifikasi terjadi berasal dari transmisi lokal warga setempat. 

"21 orang, tapi penyebarannya di wilayah hukum Polda Metro Jaya (Tangerang Raya). 5 orang di Kota Tangerang dan 16 orang di Tangerang Selatan," jelas Ati. 

Ati menambahkan pihaknya saat ini kembali gencar melakukan treking trecing dan testing. Hal ini dilakukan untuk mengetahui penularan varian Omicron dari klaster warga di sekitar temuan kasus. 

"Kita terus meningkatkan tiga T yakni testing, treking dan trecing, bahkan skrining kita laksanakan. Tes di sekolah juga terus dilakukan termasuk evaluasi untuk pembelajaran tatap muka," imbuh Ati.  

Untuk diketahui berdasarkan data terbaru yang dikumpulkan dari dinas kesehatan kasus kontak erat bertambah sebanyak 70 kasus. Sedangkan untuk kasus konfirmasi meningkat drastis hingga 844 kasus dan temuan suspek sebanyak 5 kasus. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar