FOKUS: #TANGGAP BENCANA

BMKG Beberkan Ancaman Megatrust di Pandeglang

Hadapi Ancaman Megathrust, BMKG Sosialisasikan Informasi Gempa Bumi dan Tsunami. (Istimewa)

KBRN, Pandeglang: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membeberkan ancaman megatrust berkekuatan 8.7 magnitudo di Selat Sunda. Paparan ancaman itu disampaikan dihadapan bupati, unsur Forkopimda, dan camat se-Kabupaten Pandeglang di Pendopo Bupati, Selasa (25/1/2022).

Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Suko Prayitno Adi menurutkan, gempa bermagnitudo 6,6 yang terjadi di Banten Selatan pada 14 Januari 2022 dapat menjadi pembelajaran untuk kesiapan mitigasi bencana.

Baca juga: Banten Diguncang 170 Kejadian Gempabumi Selama Juli 2021

“Kejadian ini menjadi pembelajaran untuk saling sharing knowledge dan kesiapan kita untuk mitigasi sehingga dapat memberikan solusi terbaik,” ujar Suko Prayitno Adi.

Dia menyampaikan bahwa saat ini BMKG sudah mengingatkan agar disetiap kecamatan disediakan peta potensi rawan bencana guna mengetahui daerah mana saja yang kiranya berpotensi adanya bencana alam tsunami.

Baca juga: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 6.7, Sejumlah Rumah Rusak

“Saya minta tolong kepada Muspika agar berperan aktif untuk membuat peta-peta tersebut dan jangan ragu bapak dan ibu untuk berkomunikasi kepada tim kami sekecil apapun informasi sampaikan saja. Selain itu kami dari BMKG menyediakan aplikasi mobile berbasis Android dan iOS tentang Informasi cuaca maupun informasi potensi bencana bagi masyarakat,” tambahnya.

Terakhir dia menjelaskan bahwa potensi megatrust bukan isapan jempol belaka. Maka sudah semestinya mitigasi bencana di Pandeglang harus diperkuat.

“Namun kita tidak perlu khawatir dengan adanya bekal pelatihan yang kita miliki sehingga kita sudah siap untuk menghadapi apabila bencana terjadi sehingga meminimalisir adanya korban,” tutupnya.

Baca juga: Pascagempa Banten, Badak Jawa Dipastikan Aman

Sementara Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, untuk mengantisipasi adanya potensi gempa bumi dan tsunami, pihaknya mengklaim sering membuat latihan evakuasi sebagai bentuk antisipasi apabila kejadian tersebut benar terjadi bisa meminimaliisir adanya korban jiwa.

“Kegiatan ini tidak lain dan bukan untuk melatih agar supaya warga tidak panik dan paham harus berbuat apa apabila terjadi bencana gempa ataupun tsunami. Wilayah yang terdampak gempa bumi cukup banyak yakni wilayah Kecamatan Sumur itu tidak ada Shelter Tsunami. Kedepan alangkah baiknya untuk bisa merencanakan anggaran pembangunan shelter diwilayah tersebut,” sarannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar