Sembilan Persen Penduduk Pandeglang Buta Huruf

Ilustrasi. Penduduk buta huruf di Pandeglang didominasi usia 45 tahun ke atas. (Pixabay)

KBRN, Pandeglang: Angka buta huruf di Kabupaten Pandeglang sampai tahun 2021 mencapai 9,12 persen. Mereka bukan hanya tidak bisa membaca, namun juga tidak bisa menulis.

Penduduk yang tidak dapat membaca dan menulis sebagian besar terkonsentrasi pada penduduk usia tua, yaitu penduduk yang berumur 45 tahun ke atas.

Baca juga: Kualitas Pendidikan Masih Rendah, Bupati Pandeglang Rombak Ratusan Kepala Sekolah

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang, Achmad Widijanto menjelaskan, dari 9,12 persen itu, didominasi oleh penduduk perempuan dengan perbandingan 6,43 berbandin 2,69 penduduk laki-laki.

“Tolak ukur yang mendasar di bidang pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau Angka Melek Huruf penduduk dewasa,” katanya, Senin (24/1/2022).

Baca juga: Mayoritas Siswa Inginkan PTM Berjalan Normal

Dia menerangkan, dengan tingkat membaca dan menulis yang masih rendah, masyarakat akan kesulitan memahami dan menyerap berbagai informasi sehingga pengetahuannya pun tidak bertambah.

“Jadi memang pendidikan ini tidak semata-mata pemerintah menyiapkan sekolah. Harus ada advokasi dan sosialisasi. Kalau melihat secara mikro, pekerjaan berat untuk Pemda,” sarannya.

Baca juga: IPM Pandeglang Tahun 2021 Naik Tipis, Hanya 0.26 Persen

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Pandeglang, Sutoto justru bingung harus mengintervensi kelompok masyarakat yang mana. Sebab BPS tidak pernah menyerahkan data hasil surveinya ke Dindikpora, sehingga tidak diketahui kalangan mana yang terdata belum melek huruf.

“Selama kami bingung mau intervensi yang mana, sementara BPS tidak pernah menyampaikan hasil surveinya. Jadi sampai saat ini kami belum tahu. Tapi rencananya kami akan berkoordinasi dengan BPS untuk mengetahui angka buta huruf dan partisipasi sekolah supaya bisa kami lakukan penuntasan program wajib belajar,” jelasnya.

Baca juga: IPM Pandeglang Rendah, Bencana Dituding Jadi Penyebabnya

Adapun langkah Dindikpora mengentaskan buta aksara di Pandeglang yakni dengan melakukan pemerataan literasi, baik melalui sekolah maupun masyarakat. Dindikpora akan mengoptimalkan peran Taman Baca Masyarakat (TBM) yang dikelola oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Upaya yang kami lakukan, lebih kepada pemerataan literasi, baik melalui sekolah maupun masyarakat. Yang masyarakat kami lewat TBM yang dikelola oleh PKBM. Kami juga bekerjasama dengan DPAD, agar ada pengoptimalan perpus keliling dengan harapan masyarakat mau membaca,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar