Gempa Banten Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Kepala Pos Gak, Deni Mardiono saat menghitung kegempaan dengan seismograf, Senin (17/1/2022)

KBRN, Serang : Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) dipastikan masih dalam situasi normal, meski sempat terjadi gempa berkekuatan 6.6 magnitudo di perairan Sumur, Pandeglang, Banten, Jumat 14 Januari 2022 kemarin.

Kepala Pos pengamatan Gunung Anak Krakatau, Deni Mardiono mengatakan, gempa yang terjadi di Kecamatan Sumur tidak memengaruhi aktivitas GAK yang masih didominasi dengan gempa tremor dengan frekuensi  10 sampai 15 kegempaan dalam sehari. Jika ada gempa bumi lokal, maka kegempaan tremor bisa mencapai 20 kali kegempaan dalam sehari. Dengan kondisi tersebut, dapat dipastikan masih ada pergerakan magma di dalam GAK.

"Kalau terjadi gempa bumi seperti ini (Gempa di Pandeglang) tidak mempengaruhi gunung anak Krakatau. Akan tetapi, apabila terjadi gempa tektonik disekitar gunung anak gempa tektonik lokal akan memicu aktivitas gunung tersebut," kata Demi kepada RRI di kantornya, Senin (17/1/2022).

Adapun mengenai dengan status GAK, Deni menjelaskan, tidak terjadi peningkatan maupun penurunan. Saat ini statusnya masih dalam level II atau waspada. Masyarakat masih diimbau untuk tidak mendekati GAK dalam radius dua kilometer dari pusat kawah GAK.

Meskipun gempa kemarin Jum'at (14/1) tidak memengaruhi aktivitas GAK, akan tetapi situasinya akan berbeda apabila terjadi gempa bumi yang lokasinya berdekatan dengan GAK. Deni menjelaskan, situasi itu akan sangat memengaruhi terhadap peningkatan aktivitas GAK yang bisa memicu aktivitas kegempaan yang bisa mengakibatkan meletusnya GAK.

"Kalau posisi masih tetap di posisinya, tetapi frekuensi kegempaan 10 sampai 15 kali dalam sehari. Mungkin kalau ada gempa tektonik lokal akan memicu peningkatan kegempaan yang mungkin mencapai 20 lebih kegempaan," terangnya.

Deni mengimbau masyarakat khususnya wisatawan agar tetap mematuhi rekomendasi dari pemerintah agar tidak mendekati kawah GAK dalam radius 2 kilometer. Selain itu masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu terkait dengan letusan GAK serta diminta agar lebih selektif lagi dalam menerima informasi. Salah satunya melalui web magma Indonesia atau melalui Aplikasi khusus terkait informasi GAK.

"Rekomendasi sudah jelas, bahwa masyarakat maupun wisatawan tidak boleh mendekat dalam radius 2 Kilo Meter dari lokasi kawah GAK. Maka masyarakat dimohon agar tetap mematuhi rekomendasi itu dan tidak terpancing oleh isu-isu mengenai letusan GAK. Bisa mencari informasi atau pengertian tentang GAK di Webnya atau di download di play store,"  tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar