Polri Dirikan Dapur Umum dan Tenda Pengungsi di Sumur

KBRN, Pandeglang: Polda Banten mendirikan dapur umum dan tenda pengungsi bagi korban gempa yang dipusatkan di Lapangan Kertamukti Kecamatan Sumur. Selaim disitu, dapur umum juga didirikan di kantor Kecamatan Sumur yang menjadi posko penanganan bencana gempa.

"Ini akan kita berikan pelayanan untuk warga yang terdampak," ujar Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto usai meninjau dapur umum dan tenda pengungsi korban gempa, Sabtu (15/1/2022).

Baca juga: Dampak Gempa Meluas, 263 Rumah di Pandeglang Rusak

Kapolda mengatakan, meski belum diisi, namun tenda pengungsi itu didirikan sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi gempa susulan, masyarakat bisa langsung memanfaatkan tenda pengungsi yang didirikan Polri.

"Namun sudah kami siapkan termasuk dapur umum yang kami dirikan di dua titik, Pandeglang dan Lebak dan tenda. Siapa tau nanti ada warga yang ingin mengungsi karena rumahnya tidak bisa ditempati. Kami siapkan tempatnya dititik-titik tertentu sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat," katanya.

Baca juga: Usai Diguncang Gempa, Warga Mulai Mengais Sisa Runtuhan

Kapolda menerangkan, dapur umum di Kecamatan Sumur didirikan didua titik. Selain di lapangan Kertamukti, dapur umum juga didirikan di kantor Kecamatan Sumur yang merupakan posko penanganan gempa Sumur.

"Di Pandeglang ada dua lokasi, di kantor Kecamatan dan Lapangan Kertamukti yang bersifat mobile, jadi bisa dipindahkan kapan pun," tegasnya.

Baca juga: Gempa Pandeglang, Pegawai ASDP Dipulangkan Lebih Awal

Adapun dari pendataan Polisi di lapangan, jumlah rumah rusak akibat gempa 6.6 magnitudo Jumat (14/1/2022) kemarin tercatat sebanyak 94 unit. Lalu 3 musala, dan 6 sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan.

"Seluruh Banten yang terdampak paling banyak di Pandeglang dan Lebak. Setelah kami rinci, untuk Pandeglang dan Lebak hanya ada 94 rumah yang rusak. Dan itu tidak rusak berat semuanya. Korban jiwa nihil. Hanya ada 3 orang yang luka karena tertimpa genting," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar