FOKUS: #TANGGAP BENCANA

15 Kecamatan di Pandeglang Terdampak Gempa

Salah satu rumah warga di Cimanggu yang rusak akibat guncangan gempa. (Istimewa)

KBRN, Pandeglang: Gempa Bumi yang terjadi di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Jumat (14/1/2022) sore dengan kekuatan magnitudo 6.7, mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang menyebut, sedikitnya ada 15 kecamatan yang terdampak akibat guncangan gempa tersebut.

“Kerusakan terjadi dibeberapa kecamatan seperti Kecamatan Cimanggu, Cibitung, Cibaliung, Panimbang, Carita, dan Ciegulis,” kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Pandeglang, Emil kepada RRI.

Baca juga: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 6.7, Sejumlah Rumah Rusak

Dia mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan berapa unit rumah atau bangunan yang rusak. Sebab personel yang diturunkan ke lokasi-lokasi terdampak masih menyisir kerusakan. Namun dia memastikan sejauh ini belum ada laporan korban luka atau jiwa akibat gempa.

“Kami belum bisa memastikan. Karena petugas masih di lokasi untuk mendata. Sementara kita koordinasi ke masing-masing ke desa dan kecamatan untuk mendata jumlah kerusakan bangunan, dan mengantisipasi  korban jiwa di sepanjang pesisir serta peringatan supaya tidak panic,” jelasnya.

Sementara usai diguncang gempa berkekuatan 6.7, beberapa saat kemudian juga gempa susulan terjadi. Bahkan sampai Jumat malam, sedikitnya sudah ada 3 kali gempa susulan namun dengan skala yang lebih kecil dan getarannya tidak sampai dirasakan masyarakat.

Baca juga: Kunker di Panimbang, Dirjen Dikducapil dan Bupati Panik Diguncang Gempa

Menyikapi hal ini, Kepala Stasiun Geofisika Klas I Tangerang BMKG, Suwardi menerangkan bahwa gempa susulan itu merupakan suatu hal yang wajar karena pelepasan energi besar dari gempa sebelumnya. Malah dia mengatakan bahwa gempa susulan itu masih bisa terjadi lagi.

“Kalau gempa ini sudah biasa. Bagi kami ini adalah hal yang biasa karena terjadinya tumpukan tiga lempeng dunia. Jadi memang kalau ada pelepasan energy yang lama akan diikuti susulan,” ujarnya.

Baca juga: Selain Rumah Warga, Bangunan Sekolah Dilaporkan Rusak Akibat Gempa

Suwardi mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Apalagi kawasan Sumur memang dikenal sebagai wilayah sesar gempa.

“Ini tidak ada fenomena apapun, karena siklus biasa, memang di Sumur atau selatan Banten potensi gempa tsunaminya sangat tinggi,” sebutnya.

Adapun dari kejadian itu, dia mengingatkan masyarakat untuk terus waspada dan bersahabat dengan bencana. Mengingat Pandeglang adalah daerah yang tercatat memiliki kerawanan bencana paling tinggi di Banten.

“BMKG menyikapi hal itu dengan adanya sering terjadi gempa, diharapkan masyarakat di sekitar Sumur harus siap siaga menghadapi bencana karena kita hidup di daerah bencana, kita harus membuat bangunan tahan bencana gempa,” pesannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar