FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Diterjang Isu Tsunami, Tingkat Hunian Hotel Turun

Anggota Polisi saat membagikan masker ke para wisatawan di Pantai Anyer. Foto Antara.

KBRN, Serang: Peringatan dini potensi tsunami 8 meter diperairan Selat Sunda yang dikeluarkan oleh BMKG ternyata berdampak terhadap tingkat hunian hotel di kawasan Anyer Kabupaten Serang.  Meski tidak signifikan, akan tetapi reservasi pembatalan kunjungan wisatawan terjadi hingga mencapai 30 persen.

General Manager Mambruk Hotel, Budi Ramli  menjelaskan pembatalan wisatawan belum terjadi saat ada peringatan dari BMKG. Melainkan para calon tamu banyak melakukan konfirmasi pembatalan setelah adanya surat kewaspadaan yang dikeluarkan oleh Wali Kota Cilegon. "Dengan terbitnya himbauan pa Wali Kota itu sempat viral yah, sampai ke Jakarta. Ada beberapa tamu kami yang melakukan pembatalan reservasi. Dan itu juga diikuti teman-teman hotel yang lainnya juga," ujar Budi, kepada rri.co.id, Senin (6/12/2021).

Bahkan, kata Budi pembatalan reservasi berpotensi lebih dari 30 persen apabila pihak pengelola hotel tidak berusaha meyakinkan wisatawan. Karena diakui pernyataan dari BMKG hanya menggambarkan kewaspadaan terhadap semua potensi bencana yang dapat terjadi. "Mambruk itu diangka 30 persenan, lumayan banyak itu. Ada sebagian tamu yang harus kita yakinkan gitu. Bahwa himbauan itu hanya bersifat himbauan dan potensi, hanya untuk kesiapsiagaan. Harusnya sih surat ini hanya untuk internal kami, tidak harus sampai viral," tegas Budi.

Senada dengan itu General Manager Aston Hotel Anyer Doddy Faturohman mengakui rasa traumatik terhadap potensi tsunami Selat Sunda tidak hanya dirasakan oleh wisatawan. Para pelaku hotel juga merasakan dampak serupa, lantaran wilayah pesisir pantai di Carita dan Anyer pernah terdampak tsunami pada tahun 2018 lalu. "Pengelola lebih merasakannya, dengan adanya berita atau mengenai tsunami ini, kita tidak hanya takut. Karena kita sadar betul akibat daripada berita semacam ini. Walaupun hanya sekedar peringatan. Walaupun hanya sekedar mengingatkan yang biasa-biasa saja, tapi efeknya bisa panjang," ucap Doddy.

Meski begitu, lanjut Dody pihaknya berusaha terus meyakinkan agar wisatawan yang akan berlibur ke pantai Anyer dan sekitarnya agar tidak panik berlebihan. Dengan demikian hal itu tidak berimbas terhadap pemulihan kondisi pariwisata di provinsi Banten. "Kami berharap informasi ini tidak menjadi kepanikan warga untuk datang ke Anyer dan sekitarnya," tandas Doddy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar