Untuk Keamanan Penumpang, Pengguna Jasa Penyebrangan Dihimbau Membeli Tiket di Gerai Resmi

General Manager GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Hasan Lessy di kantornya Selasa (23/11/2021)

KBRN, Cilegon : Pengguna jasa penyebrangan di PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, dihimbau agar membeli tiket online di gerai-gerai resmi seperti minimarket maupun aplikasi pembayaran digital yang telah tersedia. Hal itu perlu dilakukan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti kecelakaan kapal tabrakan, kapal tenggelam dan lain sebagainya.

General Manager (GM) PT Indonesia Ferry Cabang Merak, Hasan Lessy mengatakan, banyak kelebihan yang akan diterima pengguna jasa apabila membeli tiket di gerai resmi. Salah satunya yakni, akan mendapatkan asuransi apabila terjadi kecelakan pada saat penyebrangan.

"Pengguna jasa yang menyeberang, tapi bukan namanya itu. Orang lain yang punya nama dia yang dirugikan malah kan, orang yang beli yang dapat santunan dari asuransi. Tapi kasihan orang yang nyebrang (pengguna jasa), nama tidak ada pas dicek di data manifest apa yang akan kita berikan," kata Hasan di kantornya, Selasa (23/11/2021).

Maka dari itu, Hasan menghimbau kepada para pengguna jasa agar dapat membeli tiket online di gerai-gerai resmi. Seperti di minimarket terdekat maupun di aplikasi pembayaran digital yang telah disediakan.

"Yah beli lah di gerai-gerai resmi supaya, namanya tertera jelas disitu (data manifest) sehingga kalau ada apa-apa dalam perjalanan akan mendapatkan asuransi," ujar Hasan.

Hasan menyampaikan, mulai satu Desember mendatang. Semua pengguna jasa dan kendaraan yang menyebrang melalui pelabuhan Merak harus masuk dalam data manifest penumpang. Sehingga, kedepan pengguna jasa yang datang ke pelabuhan hanya membawa nama dan tiket untuk menyebrang.

"Makanya tanggal satu Desember nanti betul-betul diberlakukan, datang ke pelabuhan hanya membawa tiket dan nama (KTP). Karena ini menyangkut data manifest, maka kendaraan dan sekian banyak orang yang ada di dalam masuk dalam data manifest penumpang," ungkapnya.

Ia menegaskan, hal itu dilakukan untuk mencegah antrian panjang atau penumpukan penumpang di pelabuhan merak pada saat libur natal dan tahun baru tiba.

"Jangan sampai sudah di Cilegon baru menginfut dan mengisi (data manifest) nama penumpang sesuai dengan KTP yang ada dan lain sebagainya. Sehingga, hal itu mengakibatkan antrian panjang di pelabuhan Merak," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar