Tak Mampu Kelola, Pemerintah Serahkan Cikoromoy dan Cisolong ke Swasta

Pemandian Cikoromoy. (Instagram/@ganezsailor)

KBRN, Pandeglang: Dua objek wisata di Kabupaten Pandeglang yang dikelola Pemerintah Daerah, yakni Cisolong dan Cikoromoy, mulai tahun depan rencananya akan dikelola pihak ketiga.

Keputusan untuk menyerahkan pengelolaannya kepada swasta, lantaran pemerintah mengakui belum mampu mengelola dengan baik. Akibatnya, pemasukan yang diterima belum sesuai harapan.

“Mohon maaf, jujur kami belum bisa mengelola dengan baik,” ujar Bupati Pandeglang, Irna Narulita, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Dianggap Tak Mampu Kelola Pariwisata, Dewan Rekomendasi Kadispar Diganti

Dia menjelaskan, keterbatasan SDM dinilai menjadi salah satu alasan pemerintah untuk melelangkan dua destinasi tersebut. Maka diharapkan bila dikelola oleh swasta dan SDM yang mumpuni, bisa meningkatkan pendapatan bagi daerah.

“Kalau kami sudah punya SDM profesional, tahun kedua kita bisa kelola lagi sendiri. Sementara belum bisa, jadi barang yang tidak termanfaatkan sayang banget,” bebernya.

Baca juga: Tiga Investor Asing Lirik Pariwisata Tanjung Lesung

Irna menerangkan, saat ini kedua objek wisata pemandian itu sedang dilakukan kajian untuk menetapkan nilai yang akan dilelangkan. Dia menargetkan, akhir bulan ini sudah diketahui angkanya dan sisa tahun berjalan dimanfaatkan untuk mencari peminat.

“Tapi kalau swasta dan dikelola prefesional, itu bisa meningkatkan PAD. Saya harap awal tahun ini bisa menghasilkan. Kalau dikelola bisa menghasilkan Rp300 juta, kalau Cisolong bisa dipegang swasta Rp700 kan Alhamduillah,” imbuh Irna.

Baca juga: Potensi Pariwisata Melimpah, Banten Ditargetkan Masuk 10 Besar Destinasi Wisata Halal

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Dispar Pandeglang, Ramadhani menyatakan, pilihan untuk melelangkan dua objek wisata itu agar bisa ditata lebih baik. Nantinya Pemkab akan fokus pada penataan regulasi, fasilitator, dan katalisator aktivitas wisata.

“Tahun depan akan dikerjasamakan pemanfaatan aset dengan pihak ketiga agar lebih terurus, kita fokus pada penataan regulasi, fasilitator, dan katalisator kegiatan aktivitas wisata,” sebut Ramadhani.

Baca juga: PJU Hingga Klinik Jadi Sorotan Wisatawan Saat Menginap di Anyer

Namun Ramadhani belum bisa menyebut nilai lelang kedua destinasi favorit masyarakat Pandeglang itu. Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) masih melakukan penghitungan nilai yang akan dilelangkan.

“Saat ini sedang dikaji untuk dinilai kerjasamanya dibantu bidang aset (BPKD) dan KPKNL. Jika sudah dinilai, dasar itu yang akan kita umumkan ke publik. Yang dinilainya mulai dari tanah, peralatan, dan konstruksi gedung,” bebernya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00