Empat Korban Laka Beruntun di Tol Tangerang-Merak Jalani Rawat Inap

Korban kecelakaan beruntun yang dirawat di RS Sari Asih Kota Serang, Senin (18/10/2021)

KBRN, Serang: Sebanyak tujuh korban kecelakaan beruntun yang terjadi di KM 74.900 A Tol Tangerang Merak dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sari Asih Kota Serang, sementara sisanya dibawa ke Rumah Sakit Derajat Prawira Negara (RSDP) Kota Serang.

Adapun tujuh orang tersebut yakni, Wahyudin Sulaeman 52 Tahun warga Kebon Bawang, Tanjung Priuk, Tatang 43 Tahun warga Kramat Pulo Senen, Jakarta, Suprianto 37 tahun Kramat Senen, Jakarta, Suratno 41 Tahun warga Kramat Senen, Jakarta, Said Husen 49 Tahun warga Simpang Limun, Medan, Rafli Afarel 15 Tahun Stabat Kecamatan Honai, Kota Medan dan Sari 38 Tahun warga Gang Perwira Brigjen Katamso, Medan Maimun, Kota Medan.

"Ada tujuh korban yang dibawa ke RS Sari Asih. Dari tujuh korban itu, empat korban diharuskan dirawat inap karena didiagnosis oleh dokter mengalami trauma dan lowbepe, nyeri pinggang dan sesak dada. Sedangkan yang tiga orang lainya, karena tidak mengalami luka berat diperbolehkan untuk pulang," ujar Humas RS Sari Asih Agus Ramdani di kantornya, Senin (18/10/2021).

Agus menyampaikan, tujuh orang yang dibawa ke RS Sari Asih itu, tiga korban dari bus Putra Pelangi dengan nomor polisi BL-7519-AA dan empat orang korban dari kendaraan sedan mini bus dengan nomor polisi B-2995-SOM. 

"Di sini (RS Sari Asih) tidak ada korban yang meninggal dunia, hanya menangani yang korban luka-luka. Untuk yang tujuh orang itu yah, tiga orang dari kendaraan Bus dan empat orang dari kendaraan mobil pribadi," terangnya.

Di informasikan, sebanyak 29 orang menjadi korban dalam kecelakaan beruntun tersebut. Dimana, dari 29 korban itu. Satu penumpang bus Putra Pelangi meninggal dunia atas nama Hafni. Sedangkan 21 korban  dilarikan ke RSDP Kota Serang dan 7 korban dilarikan ke RS Sari Asih Kota Serang. 

Terkait dengan kecelakaan beruntun tersebut, saat ini penyidik dari Ditlantas Polda Banten dan Korlantas Mabes Polri sedang melaksanakan giat olah tkp dengan metode traffic accident analysis (TAA).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00