FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Setelah di Toronto, Film Yuni Tayang Perdana di Cilegon

Sejumlah pemain film Yuni usai tayang Special Screening di XXI Cilegon, Minggu (17/10/2021).

KBRN, Cilegon: Pemutaran Special Screening Film Yuni di Bioskop XXI Cilegon disambut antusias. Bahkan orang nomor satu di Kota Cilegon yakni Wali Kota Cilegon Heldy Agustian menyempatkan hadir dalam pemutaran film tersebut. Secara resmi film besutan Kamila Andini akan tayang serentak pada 9 Desember mendatang. 

Sutradara film Yuni, Kamila Andini menyebut selama produksi film ini tidak ditemukan kendala berarti. Karena selama proses pencarian bakat hingga perjalanan syuting menemukan orang-orang yang memiliki misi yang sama. 

"Menyenangkan banget sih, karena ketemunya banyak kawan atau temen yang satu visi. Coach dialog dari sini sebagai talenta lokal juga punya energi yang luar viasa, dan akting pemain juga maksimal, sampai detail," kata Andini usai pemutaran Pemutaran Special Screening Film Yuni di Bioskop XXI Cilegon, Minggu (17/10/2021).

Sedangkan terkait bahasa Jawa Serang yang dipakai karena ingin melakukan setting di Serang dan sekitarnya. Karena komitmennya sebisa mungkin pakai bahasa Jawa Serang."Memang bingung awalnya, tapi karena dapat dukungan dari teman-teman di sini," katanya. 

Pemeran utama film Yuni, Arawinda Kirana mengaku puas dengan hasil produksi film ini. Apalagi proses belajar film ini tidak mudah, lantaran harus terbiasa dengan bahasa Jawa Serang. "Saya sendiri melakukan home stay dan tinggal di sana dari mulai bangun tidur jam 5 pagi. Seperti pergi ke sawah, ikut masak, ikut latihan silat. Banyak sekali belajar dari warga Serang. Karena diajarin juga sama coach dialeg Serang," tuturnya. 

Wali Kota Cilegon Heldy Agustian mengapresiasi atas pemutaran film Yuni. Karena film ini sepertinya film pertama yang berdialog Jawa Serang dan Sunda Banten. "Kami dari pemerintah Kota Cilegon mengapresiasi atas hadirnya film Yuni. Ini kan film pertama yang memadukan dua bahasa Banten asli , yakni Bahasa Jawa Serang dan Sunda Banten," ujar Heldy. Sedangkan ketika ditanya soal alur cerita film Yuni, Heldy mengakui cerita yang diangkat sutradara dalam film Yuni merupakan keseharian yang ada di Cilegon dan sekitarnya. "Sifat dan sikap yang ada di Banten terlihat dalam film Yuni. Jadi bagaiman seorang siswa yang harus menikah muda dan bercerita juga soal beasiswa dalam film ini," terang Heldy. 

"Saya berharap untuk film berikutnya lebih banyak lagi warga Cilegon yang telribat dalam pembuatan film seperti ini. Mohon ajari juga putra dan putri Cilegon agar lebih  populis di tingkat nasional," tandas Heldy. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00