26 Desa Rawan, 4.189 Personel Diterjunkan Amankan Pilkades Pandeglang

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga. (RRI/Dendy)

KBRN, Pandeglang: Sebanyak 4.189 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Linmas disiagakan untuk mengamankan jalannya pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Pandeglang pada 17 Oktober 2021 mendatang.

Ribuan personel itu terdiri atas 758 personel dari Polres Pandeglang dan Polda Banten, 247 personel Koramil, dan 2.556 personel Linmas. Lalu Polda juga menyiapkan 628 petugas on call wilayah, meliputi 120 personel BKO Samapta, 182 Anti Anarkis Brimob Resimen, 182 personel dari Brimob Polda Banten, dan 144 BKO dari Kodim dan Yonif 320 Badak Putih.

"Kalau ditotal ada 4.189 personel, dari unsur Polri 1.242 personel, 391 personel TNI, dan 2.566 petugas Linmas," beber Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Kemendagri Beri Lampu Hijau, Pilkades Pandeglang Siap Digelar Pekan Depan

Dia menjelaskan, ribuan personel yang dikerahkan akan mengamankan di 1.272 TPS yang tersebar di 206 desa di 32 kecamatan. 26 desa diantaranya dikategorikan rawan terjadinya konflik Pilkades.

"26 desa yang tergolong rawan itu memiliki sejumlah indikator, seperti punya sejarah terjadi aksi protes dari warga, lokasi TPS yang jauh, dan kondisi masyarakat homogen. Antisipasinya sudah dilakukan dengan mapping ditinklanjuti dengan pengerahan Bhabinkamtibmas dan koordinasi dengan tokoh setempat," ujarnya.

Baca juga: Pilkades Pandeglang Diputuskan Digelar 17 Oktober 2021

Oleh karenanya, TPS yang berada di desa yang rawan, akan diawasi oleh dua personel. Sementara di desa yang tidak termasuk rawan, satu personel akan mengamankan minimal dua TPS.

"Jadi karena memang estimasi kita terhadap pola pengamanan berupa over estimate, maka penugasan 1 TPS yang tidak rawan itu sudah sesuai dengan tujuan pelaksanaan Pilkades yang aman, sehat, dan kondusif," sambungnya.

Baca juga: 709 Calon Kepala Desa di Pandeglang Ikrarkan Pilkades Damai

Shinto menegaskan, sesuai dengan perintah Kapolda Banten, segala bentuk gangguan keamanan dalam Pilkades akan dilakukan penegakan hukum yang tegas. Dengan demikian, dia mengingatkan peserta Pilkades maupun simpatisan untuk tidak melakukan aksi di luar ketentuan ketika calon idamannya kalah dalam perolehan suara.

"Segala bentuk gangguan keamanan dalam Pilkades akan dilakukan penegakan hukum yang tegas," tandas Mantan Kasubbagopsnal Dittipidum Bareskrim Polri itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00