Calon Kades di Pandeglang Diingatkan Tidak Bertindak Anarkis

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah. (Istimewa)

KBRN, Pandeglang: Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Pandeglang, Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah mengingatkan seluruh Calon Kepala Desa (Calkades) maupun para pendukungnya agar tidak melakukan kekerasan, pengrusakan apalagi pembakaran.

Peringatan itu dikeluarkan guna menjaga pesta demokrasi tingkat desa dapat berjalan dengan jujur, adil dan damai.

"Kepada seluruh Calon Kepala Desa beserta para pendukungnya agar mengikuti pesta demokrasi ini dengan jujur. Jangan lakukan kekerasan, pengrusakan apalagi pembakaran jika hasil pilkades tidak sesuai dengan yang diharapkan," ucap Kapolres Pandeglang, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: 709 Calon Kepala Desa di Pandeglang Ikrarkan Pilkades Damai

Kapolres Pandeglang menyatakan, bagi Calon Kepala Desa dan para pendukungnya yang kedapatan melakukan kekerasan, pengrusakan apalagi pembakaran akan diproses secara hukum.

"Ingat kita ini negara hukum, dan hukum harus ditegakkan. Untuk itu bagi seluruh Calon Kepala Desa yang ada di Kabupaten Pandeglang saya ingatkan untuk jangan lakukan kekerasan, pengrusakan apalagi pembakaran, karena bisa dipidana karena melanggar Pasal 170 KUHP, Pasal 188 KUHP dan Pasal 351 KUHP," ancamnya.

"Adapun Pasal 170 KUHP berbunyi pengrusakan barang secara bersama-sama dan pengroyokan diancam 7 tahun penjara. Kemudian Pasal 188 KUHP berbunyi pembakaran akibatkan bahaya umum bagi barang dan orang diancam 5 tahun penjara. Sedangkan Pasal 351 KUHP berbunyi   penganiayaan terhadap orang lain diancam 5 tahun penjara," sambungnya.

Baca juga: Bupati dan Forkopimda Pastikan Pilkades di Pandeglang Aman

Dia menerangkan petugas akan bertindak sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Peraturan Kapolri (Perkap) No 1 tahun 2010 tentang Penanggulangan Anarki dan Perkap No 1 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

Selanjutnya bagi masyarakat yang membawa senjata api atau senjata tajam akan dikenakan UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara sampai dengan 20 tahun penjara.

Oleh karenanya Kapolres Pandeglang mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Pandeglang.

"Mari kita buat Pilkades Aman, Sehat dan Kondusif di Kabupaten Pandeglang," ajaknya.

Sebagaimana diketahui untuk pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Pandeglang yang akan digelar pada Minggu 17 Oktober 2021 dengan Jumlah desa yang akan melaksanakan sebanyak 206 desa dari 32 kecamatan dan terdiri dari 1.263 TPS.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00