Dinilai Berhasil, Program Pertanian Keluarga di Pandeglang Akan Ditambah

Plt Kepala BKP Sarwo Edhy (baju hitam) saat panen raya cabai di Desa Teluk, Kecamatan Labuan. (Istimewa)

KBRN, Pandeglang: Badan Ketahanan Pangan (BKP) pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) mengaku akan menambah kuota Pertanian Keluarga (PK) di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2022 mendatang.

Wacana itu muncul menyusul dampak positif yang dihasilkan dari program tersebut terhadap dua Kelompok Tani (Poktan) yang menerima bantuan pada tahun ini.

"Saat ada program bantuan dari pemerintah ada peningkatan pendapatan petani, pola ini harus dimasyarakatkan kepada petani lainnya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKP Sarwo Edhy saat panen raya cabai di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Sektor Pertanian Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Pandeglang

Dia menilai, dengan berhasilnya program PK, tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, menumbuhkan perekonomian pedesaan dapat terwujud.

"Ketika perekonomian petani tumbuh, perekonomian desa tumbuh, daerah juga akan tumbuh. Kita ketahui Pandeglang penyangga pangan Banten dan Banten penyangga nasional," terangnya.

Sarwo Edhy menyebut, program PK yang digulirkan BKP Kementan tahun 2021 tersebar di 109 kabupaten dan 31 provinsi se-Indonesia.

"Tahun 2021 Pandeglang dapat dua Poktan, mudah-mudahan tahun depan ditambah. Program ini terus berlanjut. Tahun depan kami coba akan liat lagi, mungkin bantuannya beda tahun depan bisa alat pengolahan tanahnya," pungkas seraya menuturkan bantuan tahun ini berupa sarana prasarana pertanian.

Baca juga: Kuantitas Pertanian di Pandeglang Belum Sebanding dengan Kualitas

Sementara Ketua Poktan Sri Tani yang mendapat bantuan, Marsudi mengakui, bahwa bantuan sarana dan prasarana pertanian dari pemerintah mampu peningkatan pendapatan.

Sebelum dirinya menanam komoditas cabai, penghasilannya tidak seberapa. Namun, saat ini penghasilannya berlipat bahkan ratusan juta.

"Dulu waktu kita tanami padi enam hektar ini hanya 18 juta hasilnya, sekarang dari cabai ini hanya dua hektar bisa ratusan juta apalagi sekarang harga cabai 25 ribu per kilogram. Selain cabai, empat hektar lainnya kami tanami mentimun dan kacang panjang," imbuhnya.

Baca juga: Sudah Sepekan, Harga Cabai dan Bawang di Pandeglang Meroket

Bupati Pandeglang, Irna Narulita berharap, Poktan yang mendapatkan bantuan dapat mengembangkan produksinya sehingga bisa berkesinanmbungan.

"Alhamdulillah Poktan Sri Tani dan Taruna Mekar bisa memanfaatkan dengan baik program ini dengan menanam tiga komoditas yaitu cabai, mentimun dan kacang panjang. Semoga program ini bisa turun lagi tahun depan untuk kelompok tani lainnya, sehingga produktifitas terus berlanjut karena Pandeglang sentra komoditas penyangga Banten dan nasional," harap Irna.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00