Bupati Irna Sebut Raja “Angling Dharma” Halu, Polisi Beberkan Hasil Penyelidikan

Bupati Pandeglang, Irna Narulita (RRI/Dendy)

KBRN, Pandeglang: Bupati Pandeglang Irna Narulita menyebut kemunculan Raja “Angling Dharma” di Kecamatan Mandalawangi yang ramai dibicarakan hanya sebuah khayalan di tengah pandemi Covid-19.

Mengingat dia menuturkan, di tengah pandemi saat ini banyak orang yang terlalu berharap sehingga menimbulkan khayalan yang berlebihan.

“Saya hanya sifatnya persuasif para camat untuk datangi mereka. Agar kita tahu mereka ada masalah apa sih, ekonomi kah sehingga halu Kan bisa saja di tengah pandemi kita juga suka halu, kapan yah jadi orang kaya. Kalau saya kaya, saya kasih kamu Rp1 miliar lalu ibu dapat apa, saya mimpi lagi,” kata Irna, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Viral, Muncul Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang

Irna juga menerangkan, andai pun terdapat keturunan dari raja, pemerintah perlu memberikan apresiasi. Akan tetapi sebaliknya, jika kemunculan raja tanpa ada turunan yang jelas dan merupakan halusinasi semata maka aparat penegak hukum perlu melakukan tindakan tegas.

“Itu lebih kepada sumberdaya manusia yang harus kita bangun. Kalau memang masih ada silsilah itu dalam sejarah, kalau masih ada keluarga besarnya seperti apa kita harus mengapresiasi mereka. Sambil sedang diselidiki dijajaki karena kita tidak mungkin langsung mematahkan semangat mereka. Kalau enggak ada halu itu harus ada proses. Tapi sebelum diproses harus pendekatan dulu,” bebernya.

Irna menduga, sosok pria yang dikenal dermawan itu memiliki gangguan kejiwaan. Oleh karenamya, perlu dilakukan pendalaman terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang menyimpang.

“Mungkin mereka ada permasalahan kebatinan,” prediksinya.

Baca juga: MUI Pastikan Tidak Ada Penyebaran Kerajaan Ubur-ubur di Pandeglang

Sementara Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah memastikan bahwa sosok Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus itu bukanlah raja dari Kerajaan Angling Dharma. Hal itu diketahui usai Polisi menerjunkan anggota ke kediaman Baginda dan meminta klarifikasi.

Hasilnya yang bersangkutan tidak mengakui sebagai seorang raja. Yang bersangkutan menjelaskan bahwa ornamen dan pernak-pernik yang menyerupai kerajaan, karena dia menyukai hal-hal yang berhubungan dengan kerajaan.

Hanya dia mengakui pria yang sebelumnya disebut-sebut memeiliki keturunan Kesultanan Banten itu sering bergerak dibidang sosial dengan membantu membangun rumah warga miskin. Biaya yang dipakai merupakan dana pribadi yang diperolehnya dari orang yang datang untuk meminta doa.

"Jadi dana yang digunakan untuk membangun rumah warga miskin itu berasal dari orang yang datang minta doa pada Baginda dan uang itulah yang dipakai untuk kegiatan sosial,” tandasnya.

Baca juga: Sekte Hakekok, Mandi Telanjang Bersama Sampai Penangkapan

Sebelummya, warga Kabupaten Pandeglang dihebohkan kemunculan sosok pria bernama Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus di Kampung Salangsari, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, yang disebut-sebut memiliki keturunan dari Kesultanan Hasanudin Banten.

Dia dikenal dermawan karena kerap membantu bedah rumah warga tak mampu. Bukan hanya itu, ia juga dikabarkan sudah membangun empat Pondok Pesantren.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00