Musim Hujan Diyakini Tak Pengaruhi Produksi Hasil Padi Pandeglang

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang, Budi S Januardi. (Istimewa)

KBRN, Pandeglang: Wilayah Kabupaten Pandeglang sudah mulai memasuki musim hujan. Saat musim ini, erat kaitannya dengan musim tanam padi. Sayangnya, hujan sering kali menyebabkan lahan persawahan petani tergenang.

Namun begitu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang, Budi S Januardi mengaku musim hujan tidak akan memengaruhi produksi padi petani. Soalnya dalam dua tahun terakhir, produksi padi terjadi kenaikan dari 5 ton per hektar tahun 2019, menjadi 6.1 ton per hektare ditahun 2020. Bila ditotal, jumlah produksi padi petani Pandeglang tahun lalu mencapai 608 ribu ton.

Baca juga: Sektor Pertanian Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Pandeglang

Imbasnya, Pandeglang berperan terhadap posisi Provinsi Banten sebagai sembilan besar produsen beras nasional. Yang mana Pandeglang mampu berkontribusi 35 persen dari total produksi beras se-Provinsi Banten.

"Tidak akan memengaruhi hasil produksi tani," kata Budi, Sabtu (18/9/2021).

Budi menuturkan, untuk mengantisipasi genangan areal persawahan saat musim hujan, pihaknya akan mengarahkan petani memakai varietas padi rawa.

"Varietas tahan air seperti padi rawa. Nanti akan disesuaikan (dengan cuaca, red)," sambung dia.

Baca juga: Tergerus Industri, Lahan Pertanian di Cilegon Menyusut

Bukan hanya itu, Budi juga mengaku bisa lebih tenang ketika terjadi gagal panen. Pasalnya saat ini sudah lebih dari 2.000 hektare lahan sawah di Pandeglang yang sudah masuk program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Capaian ini bahkan diklaimnya sudah melebihi target.

"Target kita kan 2.000 lahan pertanian, tapi yang sudah mendaftar sudah 107 persen artinya lebih dari 2.000 lahan pertanian," sebut Budi.

"Gagal tanam gagal panen bisa klaim Rp6 juta per hektare dalam satu kali masa tanam, asal kerusakannya itu minimal 70 persen," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00