Dindik Cilegon, Targetkan Vaksinasi untuk Pelajar Desember 2021 Selesai Dilakukan

Kadindik Kota Cilegon Ismatullag di Kantornya, Kamis (16/9/2021)

KBRN, Cilegon : Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon menargetkan, bulan Desember 2021 mendatang seluruh pelajar ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Cilegon telah divaksin. 

Berdasarkan Informasi yang dihimpun RRI, sampai saat ini dari 14.136 pelajar yang ada di Kota Cilegon, sebanyak 5.327 atau sekitar 37, 8 persen pelajar sudah divaksin.

“Data ini akan terus bergerak karena nanti akan dilaksanakan juga vaksinasi di Kecamatan Ciwandan, Jombang, Cilegon karena targetnya seluruh siswa di vaksinasi semua,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Cilegon Ismatullah Syihabudin, Kamis (16/9/2021).

Selain pelajar SMP, lanjut Ismatullah, pihaknya juga akan memvaksin pelajar ditingkat Sekolah Dasar (SD) yang ada di Cilegon. Dimana, saat ini jumlah pelajar SD yang ada di Cilegon sudah mencapai 40 ribu pelajar.

“Kalau vaksinasi dunia itu kan 70 persen dari WHO, kalau untuk sekolah kan 100 persen, butuh waktu kalau bisa sampai Desember itu tuntas. Untuk Oktober harapan saya SMP beres, dan selanjutnya untuk Sekolah Dasar (SD) ada 40 ribu siswa SD yang akan kita ajukan vaksin,” ujar Ismatullah.

Adapun terkait dengan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Ismatullah menyampaikan, pihaknya akan menerapkan sistem multi entry multi exit, yang artinya jika ada siswa atau guru terkonfirmasi Covid-19 disalah satu sekolah, sekolah tersebut akan ditutup untuk sementara dan kembali dilakukan dengan pembelajaran memakai pola daring.

“Untuk kebijakan sekarang di PPKM darurat dengan pembelajaran tatap muka terbatas ini, kita menerapkan prinsip multi entry multi exit. Jadi kapan siswa itu masuk ke sekolah, tatap muka dengan prokes yang ketat yaitu 50 persen, tapi jika ternyata ada sekolah yang anak atau gurunya yang terkena Covid-19, maka langsung tutup. Jadi pembelajaran ke daring lagi, sekolah itu yang ditutup sementara," tuturnya.

Meski begitu, Ismatullah mengklaim, setelah dilakukan PTM terbatas, berdasarkan hasil evaluasi, fasilitas yang ada di sekolah semakin membaik dan penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 juga sudah baik.

“Hasil evaluasi dindik melalui satgas, mengatakan fasilitas sekolah sekarang lebih baik dibanding sebelum pembelajaran tatap muka, sebagai contoh sekarang di sekolah mulai belanja alat ukur thermugan yang lebih akurat, yang langsung keluar hand sanitizer nya, artinya sekolah terus memperbaiki fasilitas yang ada," tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00