Pemprov Banten Kesulitan Anggaran, Alokasi Bankeu Pandeglang Terancam Dirasionalisasi

Asda Bidang Pemerintahan Setda Pandeglang, Ramadani. (RRI/Dendy)

KBRN, Pandeglang: Alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Banten untuk Kabupaten Pandeglang tahun 2021 sebesar Rp40 miliar, terancam dirasionalisasi. Hal itu setelah pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM Darurat yang kini berganti istilah menjadi Level 4.

Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Pandeglang, Ramadani menjelaskan, wacana merasionalisasi alokasi Bankeu itu sudah dimunculkan Pemprov Banten  karena kesulitan untuk mencari anggaran penanganan Covid-19. Hanya saja, Ramadani mengaku hingga kini belum ada keputusan resmi dari Pemprov Banten.

Baca juga: Bankeu Pandeglang 2021 Dipangkas, Diprioritaskan Untuk Infrastruktur

“Informasi terakhir katanya mau ada rasionalisasi karena Pemprov pun kesulitan terkait proses pendanaan penanganan Covid-19. Tapi belum ada informasi resmi, baru wacana saja. Pengurangannya belum ada, apakah Rp5 miliar, Rp10 miliar, atau Rp15 milair, belum ada,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (22/7/2021).

Namun, akibat munculnya wacana itu, kini Pemkab Pandeglang harus menahan proses penganggaran Bankeu. Soalnya bila Bankeu untuk Pandeglang benar dikurangi, maka dikhawatirkan akan menyulitkan dalam proses pembayaran ke pihak ketiga.

“Bankeu juga belum ada proses apa-apa, karena kami belum berani, masih menunggu kepastian. Kalau langsung anggarkan terus melakukan lelang, tapi ternyata dikurangi, siapa yang mau bayar? Makanya kita wait and see,” sambung Ramadani.

Baca juga: 96 Persen Bankeu Pandeglang 2021 Untuk Bangun Jalan dan Jembatan

Dia mengungkapkan, keterbatasan anggaran saat ini diakui menyulitkan untuk penanganan Covid-19. Namun diakui pula, semua daerah mengalami hal yang sama sehingga tidak memungkinkan meminta bantuan ke Pemprov Banten.

Akan tetapi mantan Inspektur Inspektorat itu menyarankan Pemprov Banten tidak mesti mengirim bantuan berupa anggaran.

“Kalau buat kita tidak perlu bantuan berupa uang langsung, bisa dalam bentuk barang habis pakai seperti masker, obat-obatan, vitamin buat yang isoman, termasuk sembako,” harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00