FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Kapolri dan Panglima TNI Soroti Capaian Vaksinasi di Banten

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto saat memantau lokasi serbuan Vaksin di kampus Untirta Kota Serang, Sabtu (18/7/2021).

KBRN, Serang: Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto melakukan pemantauan vaksinasi di Aula Untirta  Kota Serang, provinsi Banten, Minggu (18/7/2021). Dalam pemantauan itu Panglima dan Kapolri menyoroti capaian vaksinasi di provinsi Banten yang perlu terus ditingkatkan. 

Jendral Polisi Listyo Sigi Prabowo menyebut target vaksinasi di provinsi Banten masih di bawah 14 persen. Sehingga kondisi ini perlu dilakukan percepatan gerakan vaksinasi oleh seluruh pihak. "Banten berdekatan dengan ibukota Negara. Sementara capaian angka vaksinasinya masih  rata-rata 14 persen. Sehingga ini perlu dilakukan  percepatan vaksinasi," ucap Kapolri disela kunjungan. 

Dalam seminggu kedepan, lanjut Listyo TNI dan Polri akan membantu mengeroyok peningkatan vaksinasi di wilayah Banten. Melalui kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan kekebalan tubuh bagi warga di di provinsi Banten. 

"Dalam kesempatan ini kami menggajak seluruh elemen ikut bergabung seperti relawan aktivis, mahasiswa, anggota  kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan yang memiliki kemampuan menjadi vaksinator dapat bersinergi, sehingga kegiatan ini bisa dicapai," jelas Kapolri.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto mengatakan penggunaan masker harus menjadi kebiasaan warga di Banten provinsi Banten. Karena berdasarkan data hampir 90 persen penggunaan masker mampu menekan penyebaran Covid 19. "Penegakkan Prokes harus selalu diterapkan oleh masyarakat. Caranya yakni dengan menggunakan masker, menhaga jarak dan mencuci tangan. Kami juga mendorong agar dilakukan percepatan vaksinasi di seluruh wilayah di Banten," terang Panglima. 

Selain percepatan vaksin tambah panglima TNI dan Polri juga terus membagikan sembako dan obat-obatan bantuan daru pemerintah. Secara teknis para Babinsa dan Baibinkamtibmas diminta untuk memantau aktivitas warga di wilayahnya masing-masing. Dengan demikian setiap warga yang menjalani isolasi mandiri tetap terpantau kesehatan dan mendapatkan bantuan dari pemerintah. "Terkait obat-obatan gratis akan disalurkan kepada warga yang isoman.  Adanya gejala atau tanpa gejala akan diberikan obat gratis dan diatur berjenjang serta diantar oleh Babinsa dan Babinkamtibmas dan didampingi pejabat Puskesmas kepada masyarakat yang membutuhkan," tegas Panglima. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00