Dua Opsi Jalan Keluar Masalah Tol Serang-Panimbang Seksi III

Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban (RRI/Dendy)

KBRN, Pandeglang: Pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi III Ruas Cileles-Panimbang yang terhambat, diamini pemerintah. Namun pemerintah mengklaim telah mengantongi solusi dari persoalan tersebut.

Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban membocorkan dua opsi yang akan ditempuh pemerintah untuk menanggulangi masalah pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi III yang kini terhambat akibat belum turunnya keputusan Kementerian Keuangan dan 327 bidang tanah yang belum dibebaskan.

“Jadi persoalannya sekarang, itu ada dua opsi pembebasan lahan ini yang menjadi masalah, bisa jadi sesuai rencana awal atau dibelokkan. Jadi ada dua alternatif,” katanya, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: 327 Bidang Tanah untuk Pembangunan Tol Serang-Panimbang Belum Dibebaskan

Walaupun diakui ada berbagai kendala, namun Tanto meyakini bahwa proyek strategis penunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung itu akan tetap dilaksanakan dan diperkirakan rampung pada pertengahan tahun 2023 mendatang.

“Kemarin laporan dari Menpar (Menteri Pariwisata), paling lambat pertengahan 2023 akan jadi. Jadi tidak mungkin tidak jadi, pasti jadi. Hanya ada beberapa persoalan dan itu biasa lah, karena hampir terjadi disemua daerah,” jelasnya.

“Dan ini sudah diamini oleh semua investor, sekarang pun investor-investor sudah mulai membangun. Jadi pertengahan 2021 ini, mereka sudah melakukan pembangunan tahap awal. Artinya apa? Selama ini mereka wait and see, ya sudah dinyatakan oleh pusat bahwa itu akan selesai,” sambungnya yakin.

Baca juga: Tol Serang-Panimbang Seksi III Terganjal Keputusan Kemenkeu

Sebelumnya, pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi III ruas Cileles-Panimbang masih terganjal oleh sejumlah masalah. Ada 327 bidang tanah yang belum dibebaskan. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pandeglang, Suraji menyebut, dari target 1.497 bidang yang menjadi kawasan pembangunan.

“Baru 1.168 bidang yang sudah dibebaskan atau jika dipresentasikan baru mencapai 78.13 persen. Artinya masih ada 21,87 persen atau setara dengan 327 bidang tanah yang masih terkendala,” sebutnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00