Anggota DPRD Heran Angka TBC, AKI, dan Stunting di Pandeglang Masih Tinggi

Ilustrasi perawatan pasien. (Freepik)

KBRN, Pandeglang: Penanganan Tuberkolosisi (TBC), Angka Kematian Ibu (AKI), dan Stunting di Kabupaten Pandeglang disoroti legislatif.

Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Pandeglang, Andi Mulyana mempertanyakan penanganan penyakit-penyakit tersebut yang dinilainya masih tinggi. Sementara dia memandang, saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat hanya fokus menanggulangi Covid-19.

Padahal di Pandeglang juga banyak masalah penyakit berbahaya yang perlu diwaspadai. Dia mencontohkan, penyakit Tuberkolosisi (TBC) di Pandeglang tergolong tinggi. Jumlah penderita setiap tahunnya bahkan kerap meningkat.

Baca juga: Penderita TBC di Pandeglang Tinggi, Dua Faktor Ini Jadi Penyebabnya

“Memang hampir sedunia penularan Covid-19 ini bukan saja di Pandgelang, tapi disisi lain ada penanganan penyakit yang terbengkalai. Karena terlalu fokus ke corona. Tahun 2021 saja ada 1.681 kasus penderita TBC. Bahkan meningkat setiap tahunnya,” kata Andi, Rabu (9/6/2021).

Tak hanya TBC, Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan serta stunting juga menjadi sorotan lantaran angkanya yang tergolong tinggi di Banten. Bahkan yang tak kalah mengkhawatirkannya adalah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Untuk penyakit demam berdarah masih tinggi tahun 2021 ini 643 kasus,” sebutnya.

Baca juga: Kolaborasi Dompet Dhuafa dan Laznas Chevron Beri Nutrisi bagi Dhuafa Penderita Diabetes dan Hipertensi

Andi mengaku heran dengan penanganan penyakit di Pandeglang yang dinilainya tidak maksimal. Padahal faktor kesehatan adalah layanan mendasar bagi masyarakat.

“Hal ini perlu kita telusuri dan perlu kita tanggapi, apakah memang ada hal lain. Apakah dari penanganannya yang kurang atau metode-metode Dinkes harus tindak lanjuti,” ucapnya.

Alasan lain lanjut Andi, selama ini anggaran yang digelontarkan untuk Dinkes merupakan salah satu yang tertinggi pada tahun 2021.

“Menurut data, bahwa Dinkes Pandeglang merupakan pengguna dana terbesar di tahun 2021. Bahkan, 2020 juga anggarannya masih besar,” sambungnya heran.

Baca juga: Empat Lokasi di Pandeglang Rawan Penyakit Masyarakat Saat Malam Tahun Baru

Dia menekankan, Pemda harus lebih transparansi dalam penggunaan anggaran dan capaian penanganan kasus. Dia menyarankan agar Dinkes melalui bupati memaparkan hasil kerjanya saat sidang paripuran berlangsung.

“Sejauh ini dalam sidang paripurna belum pernah ada kaitan hal itu (hasil penanganan penyakit) dipaparkan. Harus dilakukan karena memang itu sudah tanggungjawab Dinas Kesehatan. Artinya biar masyarakat Pandeglang juga tahu, apa saja yang memang harus difokuskan mulai penanganan penyakit-penyakit ini,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00