Tol Serang-Panimbang Seksi III Terganjal Keputusan Kemenkeu

Pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi III menunggu keputusan Menkeu. (Instagram/@wikaserpan)

KBRN, Pandeglang: Jadwal pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi III Ruas Cileles-Panimbang terganjal dengan keputusan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). akibatnya, belum diketahui pasti kapan proyek penunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dimulai.

Padahal sejumlah alat berat, sudah terparkir di Kecamatan Bojong, yang merupakan titik pembangunan proyek tersebut.

"Sejumlah alat berat sudah diturunkan di Kecamatan Bojong. Tapi itu baru persiapan saja karena mulainya tunggu persetujuan Kemenkeu. Paling cepat mulai dibangun bulan Juli, tapi kami belum bisa memastikan karena menunggu persetujuan Kemenkeu," kata Kepala Tim Pejabat Pembuat Komitmen Tol Serang-Panimbang Ibrahim Hasan, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Keberadaan Tanah Negara Hambat Pembangunan Tol Serang-Panimbang

Bukan hanya keputusan dari Kemenkeun yang belum turun, pelaksanaan proyek tersebut juga terhambat karena masih ada 327 bidang tanah yang belum dibebaskan. MenurutIbrahim hal itu karena surat penetapan lokasi (Penlok) baru diterbitkan untuk diurus oleh BPN. Dia menyebut, ada tiga Penlok dalam proses pembangunan Tol Serang-Panimbang. 

"Soal lahan yang belum terbebaskan, karena kami bagi dalam 3 Penlok. Penlok 1 dari Serang Pandeglang sudah 80 persen. Kalau Penlok 2 dan 3 di Lebak Pandeglang, masih dalam pengukuran BPN karena baru saja terbit," jelasnya.

Ibrahim menambahkan, Tol Serang-Panimbang Seksi III akan dikerjakan oleh tiga kontraktor, yakni Sino Road and Bridge Group Co. Ltd  asal Tiongkok, Adhi Karya, dan Wijaya Karya. Teknis pembangunannya pun direncanakan dilakukan secara serentak bila izin dari Kemenkeu sudah keluar.

"Rencananya pengerjaan akan dilakukan serentak ketika izin dari Kemenkeu sudah keluar. Jadi biar cepat selesai. Jadi pembebasan bisa sambil berjalan," ujarnya.

Baca juga: 327 Bidang Tanah untuk Pembangunan Tol Serang-Panimbang Belum Dibebaskan

Ibrahim pun menargetkan pengerjaan tahap akhir ini bisa selesai hingga Desember 2022. Sejauh ini tidak ada perubahan rancangan pembangunan terhadap proyek senilai Rp4,5 triliun itu.

"Tol Serang-Panimbang Seksi III akan memiliki tiga pintu keluar tol, mencakup Exit Tol Bojong, Patia, dan Exit Tol Panimbang," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00