CFD di Cilegon Segera Dibuka, Pedagang dan Pembeli Diminta Ikuti Prokes

KBRN, Cilegon: Kegiatan Hari Bebas Kendaraan atau Car Free Day (CFD) di Kota Cilegon, akan kembali dibuka pada akhir pekan ini. Hal ini menyusul disetujuinya penyelenggaraan CFD oleh Komisi II dan Komisi IV DPRD Cilegon. Namun begitu, para pedagang CFD harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

"Saya berterima kasih kepada anggota komisi II dan IV DPRD Cilegon yang telah menyepakati kegiatan CFD agar dibuka kembali," ucap ketua Paguyuban Wira Usaha Cilegon (Pawon) Iim Ibrohim usai kegiatan Hearing di DPRD Cilegon, Selasa (8/6/2021).

Dikatakan Iim, terkait kegiatan CFD di Cilegon. Pihaknya masih menunggu hasil rapat yang dilakukan oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon yang dilakukan pada Selas (8/6) sore ini.

"Sebetulnya kami (Pawon-Red) sedang proses di eksekutif, tinggal menunggu hasil rapat yang dilakukan Forkopimda sore ini. Muda-mudahan rapat sore ini, baik dari Tim Gugus Tugas dapat menerima supaya kegiatan CFD dapat dibuka kembali," ujar Iim.

Meski demikian, Iim menyampaikan, apabila kegiatan CFD itu dapat kembali dibuka oleh Pemkot Cilegon, maka ada ketentuan terkait protokol kesehatan Covid-19 yang harus diikuti oleh para pedagang CFD.

"Persyaratan itu siap dan sudah berjalan. Kami sudah berjalan dengan Protokol Kesehatan dengan ketat dan sudah pernah dilakukan sebelumnya. Cuma ada tambahan, semua pedagang harus divaksinasi," ungkapnya.

Ia menyatakan, saat ini anggota Pawon Kota Cilegon sudah ada sebanyak 507 pedagang yang semuanya telah terdaftar dan memiliki SK dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon.

"Anggota Pawon ada 507, yang terdaftar dan memiliki SK dari Dinas Disperindag Kota Cilegon," pungkasnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cilegon, Dana Sujaksani mengaku tidak mempersoalkan kembali dibukanya kegiatan CFD tersebut. Hanya saja kata Dana, para pedagang yang berjualan di kegiatan CFD harus mentaati Protokol Kesehatan Covid-19.

"Kalau saya melihatnya dari kacamata kesehatan, tidak masalah CFD dibuka kembali selama pedagang dan pembeli mentaati protokol kesehatan Covid-19. Seperti menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak serta mobilisasi," ucap Dana.

Terkait dengan kegiatan CFD itu, Dana mengaku telah meminta kepada pengurus Pawon agar menambah sarana tempat mencuci tangan dan memperbaiki transaksi jual beli antara pembli dan pedagang dalam kegiatan CFD tersebut.

"Dari kemarin saya cerewet coba benahi itu, akses keluar masuk pembeli. Tempat cuci tangan juga harus disediakan, tidak hanya pada saat keluar, kalau bisa dipintu masuk dan keluar serta di tengah juga harus disediakan itu (Tempat Cuci Tangan)," jelas Dana.

"Kalau bisa pada saat transaksi jual beli antara pembeli dan pedagang, dilakukan dengan menggunakan plastik maupun alat yang lainnya. Sehingga pada saat transaksi tidak bersentuhan langsung antara pembeli dan pedagang. Dengan begitu, upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 dapat dilakukan," sarannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00