Terbengkalai, Terminal Simpang Malingping Ditinggalkan Sopir Angkutan

Suasana Terminal Simpang Malingling yang ditinggalkan sopir angkutan karena sudah tak terurus. (RRI/Dendy)

KBRN, Lebak: Terminal Simpang Malingping yang berada di Desa Sukamanah, Kabupaten Lebak kondisinya memprihatinkan. Terminal yang dibangun tahun 1998 silam itu, kini terabaikan karena tidak pernah mendapat sentuhan perbaikan. 

Berdasarkan pantauan, atap bangunan terminal itu sudah tak utuh lagi, genting dan langit-langit pun sudah mulai ambrol. Selain itu sudah tak terlihat adanya halte calon penumpang lantaran kondisi bangunan yang sudah tua dan tak tertata dengan baik. Begitu juga dengan kondisi jalannya yang rusak.

Baca juga: Ratusan Warga Malingping di Rapid Test

Terakhir kali, terminal tersebut mendapat rehabilitasi pada tahun 2003. Padahal, terminal itu merupakan fasilitas penting bagi masyarakat karena menghubungkan keberbagai daerah di Banten, maupun luar Banten.

Akibat kondisinya yang memprihatinkan, sopir-sopir angkutan enggan menggunakan terminal untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Seperti yang diungkapkan Ardi. Sopir angkutan umum itu mengeluhkan kondisi bangunan terminal yang jauh dari kata layak. Padahal jika Terminal Simpang dilakukan pengelolaan secara baik, diyakini bakal menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat yang ada disekitar terminal. Mengingat keberadaannya yang strategis dalam menunjang mobilitas warga kebeberapa daerah yang ada di Lebak Selatan. 

"Kalau dibangun lagi ini saya yakin pasti ramai. Karena aksesnya bagus di sini itu, dan sopir-sopir juga masuk ke dalam terminal karena strategis tempatnya," ucap Ardi, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Terminal Mandala Ditutup Sementara Karena Covid-19

Terpisah, Usman seorang sopir elf jurusan Malingping-Serang menambahkan, ia lebih sering menaikan penumpang diluar terminal. Sebab, kondisi bangunan yang sudah tak lagi elok membuatnya merasa enggan apabila harus berhenti di dalam area terminal. 

"Kalau terminalnya bagus lagi mah ada lengkap lagi fasilitas buat penumpangnya pasti kami juga para sopir akan masuk ke terminal dulu. Mungkinkan penumpang butuh ke kamar mandi dulu. Tapi, ini mah kan kondisinya juga kaya gitu gimana mau berhenti? Mendingan sambil jalan saja. Lagian kalau pun ada yang nunggu tidak bakal banyak dan nunggu juga bukan di dalam terminal di pinggir jalan penumpang itu," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar