Ratusan Anak Peserta JKK dan JKM Mendapatakan Beasiswa dari BPJAMSOSTEK Banten

KBRN, Serang : Ratusan anak yang orang tuanya mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia. Mendapatkan beasiswa dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Wilayah Provinsi Banten. 

Anak-anak yang mendapatkan beasiswa dari BPJAMSOSTEK merupakan ahli waris dari orang tuanya yang menjadi peserta BPJAMSOSTEK yang mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia. Dimana, manfaat beasiswa itu satu peserta diberikan kepada dua anak dengan nilai maksimal Rp174 juta, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga jenjang pendidikan Strata 1 (S1). Kriteria anak yang dapat menerima beasiswa dinyatakan belum bekerja.

Kepala Kanwil Provinsi Banten Eko Nugriyanto menjelaskan, program beasiswa tersebut sudah tertuang dalam PP No.82/2019 dan baru bisa dicairkan setelah  keluarnya Permenaker No.5/2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program JKK, JKM dan JHT, efektif berlaku pada 1 April 2021. Permenaker itu mengatur teknis pelaksanaan pemberian manfaat JKK, JKM dan JHT, dengan salah satunya adalah pembayaran beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris peserta.

"Anak-anak yang mendapatkan beasiswa tersebut adalah dari 300 kasus yang dialami orang tuanya sebagai peserta program JKK dan JKM yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja,” kata Eko usai menyerahkan santunan tersebut secara simbolis di Kantor Disnaker Banten, Kota Serang, Rabu (21/4/2021).

Namun kata Eko, beasiswanya baru dapat diberikan setelah ada peraturan perundangan turunannya yaitu Permenaker nomor 5 tahun 2021 yang ditargetkan akan selesai hingga seblum lebaran tahun 2021 mendatang. 

"Sampai saat ini ada sekitar 300san yah, yang memang tertunda pembayarannya karena memang menunggu Permenaker nomor 5 tahun 2021. Namun, berdasarkan apa yang sudah dijanjikan oleh Dirut BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo di Jakarta. Bahwa sebelum hari raya akan sudah diberikan kepada ahli waris," ujar Eko. 

Sementara itu Kepala Disnaker dan Transmigrasi Banten Al Hamidi menyambut baik program yang diberikan oleh BPJAMSOSTEK berupa beasiswa, dan berharap program tersebut terus berlanjut.

“Oleh karena itu kami mendorong program kepesertaan JKK dan JKM, dan mudah-mudahan di tahun 2022 seluruh non ASN Banten ikut dua program tersebut. Itu target kami,” kata Al Hamidi.

“Jadi, di tahun 2021 ini kita siapkan anggaran melalui APBD. Kalau tidak dari anggaran perubahan, kemungkinan anggaran murni,” imbuhnya.

Ahli waris peserta yang menerima beasiswa untuk maksimal dua anaknya itu menyatakan sangat membantu kelangsungan pendidikan anaknya.

“Anak saya saat ini sedang menempuh kuliah di ITB. Sejak bapaknya sebagai dosen meninggal dunia, kebutuhan hidup mereka bertumpu pada saya, dan Alhamdulillah dengan adanya manfaat dari BPJS ini sedikitnya dapat mengurangi beban saya, kata Teti Suhayati yang suaminya Bambang Suprapto meninggal pada 15 September 2020 lalu.

Kegembiraan juga terpancar dari ibu Lasti Kumalasari yang suaminya Manaruni Hidayat meninggal dunia saat bekerja di bagian kebersihan di Puskesmas Ciwatu. 

“Alhamdulillah dengan adanya beasiswa ini dua anak saya yang masih duduk dibangku SMP bisa melanjutkan sekolahnya,” ucap Lasti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00