Sopir Bus AKAP di Pandeglang Kecewa Mudik Kembali Dilarang

Sejumlah sopir bus AKAP jurusan Labuan-Kalideres kecewa dengan kebijakan pemerintah yang melarang mudik. (Dendy/RRI)

KBRN, Pandeglang: Sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) trayek Labuan, Pandeglang-Kalideres, Jakarta Barat, mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah yang kembali melarang mudik lebaran.

Padahal sopir bus sudah menaruh harapan jika lebaran kali ini, mereka bisa mendapat pundi-pundi rupiah yang lebih besar setelah tahun lalu larangan yang sama diberlakukan.

"Dengan kebijakan seperti itu, tentu berdampak bukan hanya perusahaan tapi kami juga sebagai sopir," keluh sopir bus AKAP Murni Jaya, Rido, saat ditemui di Terminal Kadubanen, Pandeglang, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Mudik Dilarang, Pengusaha Bus di Banten Minta Kompensasi

Dia menceritakan,  pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 2020 lalu saja masih menyisakan dampak yang memuat pendapatan mereka menurun.

"Tahun lalu saat pemberlakuan PSBB, pendapatannya menurun drastis, hingga tidak sama sekali mendapatkan penghasilan jadi tahun kemarin itu, kami para sopir merugi. Kami tak dapat bantuan, baik dari pemerintah maupun perusahaan," ucapnya.

Hal yang sama dikeluhkan sopir lainnya, Samsudin (47). Sopir bus Asli Prima ini juga mengaku kecewa dengan kebijakan larangan mudik. Namun dirinya hanya bisa pasrah seraya berharap ada kebijakan lain yang bisa mengurangi beban sopir bus.

Baca juga: Angka Kecelakaan Selama Arus Mudik dan Balik di Pandeglang Menurun

"Kalau saya, hanya bisa mengikuti kebijakan yang ada. Kalau pemerintah inginnya kayak gitu, ya saya ikuti saja lah, bagaimana pemerintah saja," katanya pasrah.

"Bagaimana lagi, aturan dari pemerintahnya seperti itu, pendapatan sudah pasti berkurang. Padahal, setiap jelang lebaran itu banyak harusnya yang mudik jadi pendapatan pun bisa bertambah," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00