Soal Polemik Pembangunan Pelabuhan Warnasari, DPRD Cilegon akan Panggil PT. PCM

KBRN, Cilegon - Mengaku telah menerima masukan dari berbagai pihak, terkait pembangunan Pelabuhan Warnasari yang tidak akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. DPRD Cilegon akan memanggil PT. Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).

Berdasarkan informasi, pemanggilan PT. PCM itu untuk menanyakan Rencana  kerjasama PT. PCM dengan PT. Tirtasari Prima Terminal (TPT).

"Saya sudah disposisi dengan Komisi III, minggu depan kita akan lakukan hearing.  Kita ingin tahu progressnya sejauh mana, kebijakan dilanjutkan atau tidak," ujar Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Miraj dikantornya, Kamis (8/4/2021).

Dikatakan Isro, pernyataan yang berbeda yang disampaikan oleh Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, membuat polemik terhadap berbagai pihak. Maka dari itu, perlu dilakukan pemanggilan terhadap pihak PT. PCM dan yang terkait lainnya. 

Terkait hal itu, Isro mengaku secara langsung dirinya telah melakukan komunitas secara lisan dengan Wali Kota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta. Namun, kata Isro, pernyataanya Wali Kota kepada dirinya akan tetap melanjutkan pembangunan Pelabuhan Warnasari, Sport Center dan Jalan Lingkar Utara (JLU) Kota Cilegon. 

"Kemarin kita juga ngobrol kecil dengan pak Sanuji, kata beliau melanjutkan, (Pelabuhan) Warnasari, JLU dan Sport Center. Kan kita sinergi. Kata beliau, Pak Ketua, kita lanjutkan," ujar Isro mengulang pernyataan Sanuji beberapa waktu lalu saat di kegiatan Lemhanas. 

Politisi Partai Golkar ini acapkali dalam sambutannya diberbagai kegiatan meminta agar sejumlah mega proyek yang masuk program prioritas RPJMD Kota Cilegon dimasa pemerintahan sebelumnya untuk dapat dilanjutkan oleh kepemimpinan saat ini, Helldy-Sanuji. 

Menurutnya, pembangunan seperti Pelabuhan Warnasari yang akan di kerjasamakan dengan TPT tidak menggunakan APBD sama sekali. Pola yang dijalin antara PCM dengan TPT adalah dengan Kerja Sama Operasi (KSO). 

Maka dari itu legislatif selaku mitra eksekutif dapat seirama dalam membangun Cilegon, kata dia, bisa bersama-sama bersinergi. Tentu penting melihat pembangunan dari sisi kemaslahatan tetapi bukan dari aspek politis. 

"Kan Warnasari tidak menggunakan APBD, polanya kan dikerja samakan, kemudian apa yang menjadi berat?. Pertimbangannya jangan politis, tetapi kemaslahatan, manfaat dari adanya Pelabuhan Warnasari itu sendiri. Saya katakan tidak menggunakan APBD, kan polanya KSO dan itu tidak akan menganggu janji politik kepala daerah," tuturnya. 

Sementara itu, hal yang sama juga dikatakan Anggota Komisi III, Rahmatulloh. Politisi Partai Demokrat ini menghendaki agar Pelabuhan Warnasari dapat dilanjutkan. Karena pembangunan Warnasari masuk dalam RPJMD. Pelanuhan juga sudah disinkronisasikan dengan program pusat pada RPJP bahkan telah diperdakan. 

Menurut Rahmatulloh, pihaknya malah mempertanyakan kebijakan Helldy-Sanuji yang bertolak belakang dengan hal tersebut.

Menurut dia, meski rencana PCM akan bekerjasama dengan TPT lewat KSO baru sebatas informasi yang diketahuinya namun pola kerja sama yang dijalin tersebut tidak sama sekali menggunakan APBD. 

saat ini pendapat kepala daerah  jika Pelabuhan Warnasari dilanjutkan akan menyedot anggaran. 

"(KSO) ini bukan dengan menggunakan anggaran. Kan kita ingin dengan anggaran terbatas, bagaimana eksekutif bisa mewujudkan ini tanpa menggangu APBD," bebernya. 

Ia menyarankan, bukan hanya PCM saja yang dipanggil namun eksekutif juga dilakukan upaya yang sama. Hal ini untuk meluruskan isu-isu liar yang berkembang di eksekutif. Di mana isu tersebut malah menimbulkan polemik yang menurutnya perlu diluruskan lewat dengar pendapat di DPRD dengan semua pihak. 

"Ini muncul kecurigaan. Maka dari itu, kita ini mitra eksekutif. Harus juga dipanggil untuk menduduki masalah ini. Eksekutif, legislatif, PCM, investor harus duduk bersama. Jangan malah ber-statement masing-masing," pintanya. 

Sementara, hal yang sama juga diinginkan Mantan Ketua DPRD Cilegon, Fakih Usman. Dia mengharapkan, Pelabuhan Warnasari dapat dilanjutkan karena yang dilakukan selama ini oleh pemerintah bila melihat sejarah panjang Pelabuhan Warnasari adalah bentuk perjuangan masyarakat Cilegon. Apalagi jika Pelabuhan nanti terbangun bukan hanya PAD yang dapat diraih tetapi tenaga kerja juga terserap. 

"Saya yakin lah pak Helldy dan pak Sanuji yang didukung oleh rakyat, masak tidak berpihak kepada rakyat. Sekalipun pak Helldy dan pak Sanuji orang baru, tetapi saya kira punya riwayat (Pelabuhan Warnasari) yang bisa ditanyakan kepada siapapun lah yang ada di Cilegon," harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00