Pegiat Wisata Carita Keluhkan Keberadaan Tambak Udang

Salah satu jalur pipa yang diduga akan dijadikan saluran pembuangan limbah tambak ke kawasan Pantai di Carita. (Istimewa)

KBRN, Pandeglang: Pegiat wisata yang tergabung dalam Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC) mengeluhkan keberadaan tambak udang yang mulai tumbuh dibeberapa lokasi.

Pasalnya, tambak udang itu dinilai dapat merusak lingkungan, biota laut, hingga industri pariwisata di kawasan Carita.

Informasi yang dihimpun RRI, kemunculan tambak udang itu berdiri disejumlah titik, meliputi Cilurah, Sambolo, Pamatang dan Laguna.

Baca juga: 50.000 Bibit Mangrove Akan Ditanam Disepanjang Pantai Labuan dan Carita

Ketua KPPC, Franky Supriadi menjelaskan, selain dapat merusak lingkungan, kehadiran tambak udang itu juga melanggar aturan. Sebab dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 02 tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), menyebutkan bahwa Kecamatan Carita tidak masuk sebagai daerah kawasan budi daya perikanan.

“Setahu saya, Dinas Perizinan juga tidak memproses permohonan perizinan yang dimohonkan oleh pengusahanya. Aparat Desa, kecamatan dan Satpol PP, sudah sempat mendatangi lokasi, untuk meminta penghentian pembangunan usaha tersebut. Tapi nyatanya, sampai sekarang semuanya masih berjalan,” kata Franky, Kamis (8/4/2021).

Padahal Franky membeberkan, dalam Perda RTRW itu tepatnya di Pasal 40 ayat (3) poin a menjelaskan kawasan perikanan budi daya sekitar Pantai Barat dan Pantai Selatan seluas 552 hektar hanya tersebar di Kecamatan Sumur, Kecamatan Cigeulis, Kecamatan Panimbang, Kecamatan Cikeusik, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Cibitung, Kecamatan Cimanggu, Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Labuan.

Baca juga: Penanganan Abrasi di Pantai Carita Hingga Anyer Pascatsunami Selat Sunda

“Atas dasar itu, saya pikir Pemkab berhak menolak investasi tambak udang di kawasan wisata Pantai Carita. Karena jelas, bukan peruntukannya. Kami berharap, pengusahanya juga memahami aturan tersebut," tambahnya.

Pegiat wisata ini menilai, keberadaan usaha tambak di kawasan wisata Pantai Carita akan merusak, mencemari pantai wisata dan hingga mengganggu ekosistem biota laut. Soalnya, pipa pembuangan limbah usaha tambak dialiri ke kawasan wisata Pantai Carita yang mengancam timbulnya limbah dan merugikan wisatawan serta masyarakat.

“Kami selaku pengusaha dan pengelola wisata Carita, akan berkirim surat dan mendatangi dinas teknis di Pemkab Pandeglang, mengadukan hal ini, termasuk ke DPRD. Karena, kami minta Pemkab Pandeglang tegas menyikapi hal ini,” tegasnya.

Baca juga: Puluhan Hotel di Carita Tak Terurus Usai Dihantam Tsunami Tahun Lalu

Seorang pemilik rumah makan di kawasan wisata Pantai Carita, Mulyadi memandang, jika usaha tambak itu dibiarkan oleh Pemkab Pandeglang, khawatir memicu reaksi masyarakat sekitar yang selama ini mayoritas mengandalkan pemasukan untuk kebutuhan hidupnya dari sektor pariwisata.

“Ini harus ditindak tegas, karena jelas pelanggaran. Ketika peraturan perundang-undangan dilanggar, ada konsekuensi sanksi yang harus diberlakukan bagi si pelanggar,” ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00