1.062 Calon Jemaah Haji Asal Pandeglang Mulai Divaksin Covid-19

Ilustrasi calon jemaah haji yang akan divaksin Covid-19. (Nova Wahyudi/Antara)

KBRN, Pandeglang: Tahapan vaksinasi bagi calon jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang sudah dimulai. Meski belum ada kepastian mengenai pemberangkatan, namun mereka tetap diwajibkan menjalani vaksinasi.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pandeglang, Wawan Sofwan menyebut, tahapan vaksinasi bagi calon tamu Allah SWT itu sudah dimulai dari kalangan lansia. Mereka merupakan calon jemaah haji yang pemberangkatannya tertunda tahun lalu.

“Di Pandgelang ada 1.062 yang sudah lunas haji dan menjadi data yang wajib divaksin. Terlepas jadi berangkat atau tidak, mereka tetap wajib vaksinasi,” tegas Wawan, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Calon Haji Ikut dalam Program Vaksinasi Covid-19

Wawan menerangkan, hingga kini pihaknya belum mendapat kepastian mengenai jadwal pemberangkatan ribuan calon Jemaah haji itu. Namun Kemenag Pandeglang berupa menyelesaikan seluruh proses administrasi agar ketika kebijakan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mendapat lampu hijau, Kemenag sudah siap.

“Di Pandeglang, secara administrasi diselesaikan. Baik itu mengenai setoran akhr, paspor, suntik meningitis, vaksin meningitis, hingga vaksin Covid-19, kami kerja sama dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Baca juga: Saudi Izinkan Umrah Bagi Jamaah Sudah Divaksin

Terpisah, Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi, dak Krisis Kesehatan pada Dinkes Kabupaten Pandeglang, Rita Kusmawati menjelaskan, saat ini baru tercatat 348 calon jemaah haji yang sudah divaksin dosis pertama dan 54 orang sudah mendapat dosis kedua.

“Sekarang kami mengutamakan lansia terlebih dahulu. Tapi kalau ada calon jemaah yang berasal dari pelayan publik, atau guru dan pegawai pemerintah bisa kami vaksin duluan juga. Ini akan dilakukan secara bertahap. Karena tidak semua Jemaah haji setelah di skrining bisa divaksin,” bebernya.

Baca juga: Ini Enam Skenario Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Rita menerangkan, ada sejumlah calon Jemaah haji yang terpaksa ditunda vaksinasi lantaran hasil skrining dianggap belum layak. Adapula yang memiliki riwayat penyakit sehingga Dinkes harus menunda sampai calon Jemaah dalam kondisi sehat.

“Target bisa selesai, kami menunggu terkait dengan kesehatan calon jemaah dulu. Kalau ketika diskrining tidak layak, maka harus menunggu lagi kesiapan kondisinya. Kalau ketersediaan vaksin ada, insyaallah tersedia,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00