Kepolisian Polda Banten Melakukan Tindakan Putar Balik Terhadap Ribuan Kendaraan Pribadi Yang Akan Mudik Melalui Jalur Pelabuhan Merak-Banten

Kepolisian Polda Banten Melakukan Tindakan Putar Balik Terhadap Ribuan Kendaraan Pribadi Yang Akan Mudik Melalui Jalur Pelabuhan Merak-Banten

Deskripsi Gallery

KBRN, Cilegon : Sebanyak 4.772 kendaran pribadi baik kendaraan roda dua maupun roda empat telah dilakukan tindakan putar balik oleh pihak kepolisian Polda Banten. Tindakan itu dilakukan, sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid 19.  Dengan begitu, diharapkan kesadaran  masyarakat untuk tidak melakukan mudik Lebaran tahun 2020 semakin meningkat.

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo menyampaikan, sampai dengan hari ke-18 dilakukanya operasi ketupat tahun 2020. Tercatat, sebanyak 4.772 kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat telah dilakukan penindakan putar balik kepada warga yang akan melakukan mudik melalui jalur Pelabuhan Merak Banten.

“Hari ini kita sedang di pos chek poin Gerem tepatnya di pintu tol Merak, rekan-rekan bisa melihat bahwa untuk kendaraan yang menuju Pelabuhan Merak cukup landai dan masih sepi. Sampai saat ini kita masih tepat komitmen dan konsisten dalam melakukan pemeriksaan dan penyekatan terhadap kendaraan yang akan melakukan mudik. Dimana, tercatat sampai dengan hari ke-18 sudah ada sebanyak 4.772 kendaraan telah dilakukan tindakan putar balik sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19,” kata Dirlantas saat meninjau pos cek poin pintu tol Merak Kota Cilegon, Senin malam, (11/5/2020).

Dirlatantas menjelaskan, berdasarkan Peraturan Mentri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia (RI) nomor 25 tahun 2020 tentang system transportasi selama diberlakukanya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) terutama terkait Idhul Fitri tahun 2020 dan Surat Edaran (SE) dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Republik Indonesia nomor 4 tahun 2020 tentang pembatasan perjalanan orang terkait percepatan pencegahan wabah Covid 19 terdapat pengecualian.

“Terkait regulasi yang dikeluarkan oleh Permenhub nomor 25 tahun 2020 dan surat edaran dari tim Gugus Tugas RI nomor 4 tahun 2020 tentang pembatasan orang terdapat pengecualian untuk orang yang sedang melaksanakan tugas, orang sakit dan orang yang sedang melakukan Representasi tugas maupun kuliah ke luar Negri yang harus disertai dengan dokumen lengkap. Maka, apabila orang tersebut tidak mampu menunjukan dokumen yang lengkap kepada petugas maka akan kita lakukan tindakan putar balik terhadap orang tersebut,” jelas Diralantas kepada awak media.

Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IIIV Provinsi Banten Nurhadi menyampaikan, sampai saat ini pihaknya masih memberlakukan penutupan terhadap semua terminal tipe A yang ada di Banten.

"Sampai saat ini, semua terminal tipe A di Banten belum beroperasi dan masih dilakukan penutupan. Namun, ada pengecualian bagi kendaraan umum yang telah memiliki izin dari Direktorat Jendral Perhubungan sehingga dapat beroperasi. Itupun, pembelian tiketnya tidak dapat dilakukan di luar harus dilakukan di dalam kantor," kata Nurhadi.

Nurhadi menjelaskan, sepanjang kendaraan angkutan umum itu dapat lolos dari petugas chek poin. Maka, dapat diperbolehkan untuk beroperasi yang harus dilengkapi dengan jurat izin dari Direktorat Jendral Perhubungan."Selama lolos dari cek poin yang dilakukan oleh petugas kepolisian, maka diperbolehkan untuk beroperasi yang harus dilengkapi dengan surat izin dari pemerintah dalam hal ini Direktorat Jendral Perhubungan Republik Indonesia," ujar Nurhadi.

Nurhadi menambahkan, kalopun ada kendaraan angkutan umum yang memaksa beroperasi tanpa memiliki izin. Maka, akan dilakukan penindakan yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Kalo ada yang memaksa beroperasi tanpa izin, kita akan lakukan penindakan penilangan hingga penahanan kendaraan yang akan dilakukan oleh pihak Kepolisian," tandasnya. 

Gallery Info

  •   Dibuat oleh : Rohmanudin
  •   Tanggal : 12 Mei 2020

Share this

FOTO LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00