Penetapan Geopark Ujung Kulon Jadi Geopark Nasional di Depan Mata

KBRN, Pandeglang: Penetapan Geopark Ujung Kulon menjadi Geopark Nasional di depan mata. Pasalnya, rekomendasi untuk menetapkan Geopark Ujung Kulon menjadi Geopark Nasional sudah dilayangkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi kepada Badan Geologi Kementerian ESDM.

Hal itu sebagaimana yang yang tertulis dalam surat rekomendasi nomor 064/DEPUTI V/MARVES/I/2021 dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi kepada Badan Geologi Kementerian ESDM.

“Penyampaian rekomendasi menjadi Geopark Nasional,” bunyi perihal surat tersebut yang diterima RRI, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Penetapan Geopark Ujung Kulon Terganjal Perubahan Kabinet

“Sesuai dengan Perpres Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark), kami mohon perkenan bapak untuk dapat mempertimbangkan dan memproses lebih lanjut usulan Geopark Ujung Kulon menjadi Geopark Nasional,” tulis surat rekomendasi itu.

Kepala Bidang Destinasi pada Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pandeglang, Rosi Sukmawati membenarkan surat rekomendasi tersebut. Menurutnya, dengan terbitnya surat rekomendasi dari Kemenko Marves, maka selangkah lagi Pandeglang akan memiliki Geopark Nasional.

“Satu langkahnya adalah, jika Pak Menteri ESDM menandatangani Permen tentang penetapan Geopark Nasional. Mudah-mudahan tidak terlalu lama,” kata dia saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Populasi Badak Jawa di Ujung Kulon Bertambah Empat Individu

Rosi menjelaskan, penetapan Geopark Ujung Kulon menjadi Geopark Nasional, akan mendukung keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Hal ini menjadikan Pandeglang sebagai wilayah yang sangat berpotensi untuk menjadi Geopark kelas dunia yang dapat dikembangkan dengan tujuan konservasi, edukasi dan pembangunan berkelanjutan melalui pariwisata,” sambung Rosi.

Dia menyebut, Geopark Ujung Kulon meliputi delapan kecamatan, yakni Kecamatan Carita, Labuan, Pagelaran, Panimbang, Sukaresmi, Cigeulis, Cimanggu, dan Sumur. Total ada 14 titik yang menjadi geosite Geopark Ujung Kulon, diantaranya Tanjung Layar, Karang Copong, dan Tanjung Alang-alang di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Curug Dengdeng dan Curug Bedog di Cimanggu, dan Goa Lalai di Cigeulis.

“Dari 29 yang diusulkan menjadi warisan geologi, hanya 14 titik yang ditetapkan. Karena badan geologi meneliti benar-benar kegeologian. Mengingat titik yang dikaji adalah hasil letusan Gunung Krakatau 1883,” bebernya.

Baca juga: Tiga Investor Asing Lirik Pariwisata Tanjung Lesung

Selanjutnya tambah Rosi, penetapan Warisan Geologi dan potensi warisan alam tersembunyi lainnya dalam kawasan Geopark Ujung Kulon, dapat dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah Kabupaten Pandeglang.

“Ujung Kulon telah dikenal sebagai World Heritage yang merupakan habitat alam terakhir dari Badak Jawa Cula Satu. Ujung Kulon memiliki banyak potensi tersembunyi terutama diwarisan geologi,” tutup Rosi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00