Kandungan Batuan Bagian Utara dan Selatan Kota Serang Lunak

Suasana Dialog siaran luar Kentongan RRI, di gedung DPRD Kota Serang, Selasa (20/10/2020).

KBRN , Serang: Wilayah Selatan dan Utara di Kota Serang terdeteksi memiliki karakteristik bebatuan yang lunak. Kondisi ini dapat berpengaruh terhadap ketahanan terhadap hantaman gelombang. "Karenanya wilayah Utara dan Selatan di Kota Serang inj perlu perhatian khusus. Karena ada bebatuan lunak yang berdampak terhadap besaran gelombang," ungkap Kepala Geofisika BMKG Tangerang, Suwardi dalam dialog luar Kentongan RRI di Gedung DPRD Kota Serang, Selasa (20/10/2020).

Meski begitu, lanjut Suwardi Kota Serang dianggap masih aman terhadap potensi bencana yang diakibatkan gempa. Meski diakui potensi bencana di Ibukota provinsi Banten ini tetap ada. "Tapi perlu diperhatikan adalah dampak dari potensi gempa tersebut. Makanya dari hasil penelitian ini nanti akan kami laporkan ke pemerintah. Sehingga ini bisa dijadikan pijakan dalam menentukan program Pemda kedepan," sambungnya.

Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengapresiasi atas program penelitian yang dilakukan oleh BMKG. Melalui masukan seperti ini akan dijadikan panduan terhadap pemerintah daerah khususnya BPBD dalam upaya mitigasi dan penanggulangan kebencanaan. "Ini menjadi bahan masukan buat kami, sehingga kedepan perlu melakukan upaya yang terarah," ucap Diat.

Meski diakui, untuk penangan kebencanaan seharunya tidak melulu dari hilir, melainkan perlu juga melihat kondisi di hulunya. Dengan demikian pemetaan dan upaya penanggulangannya dapat dilakukan secara komprehensif. "Jangan dilihat dari hilir saja, tapi dari hulunya juga. Karena daerah lain yang tak tergenang air saat ini seperti Ciracas terkena banjir," terang Diat.

Anggota Komisi II DPRD Kota Serang Nur Agis Aulia mengakui masukan dari BMKG ini sangat berharga bagi pemerintah daerah. Karena rekomendasi BMKG ini akan dijadikan rekomendasi rtrw. "Kami akan coba dikoordinasikan dengan pihak terkait seperti perijinan dan OPD terkait lainnya. Melalui reses kami juga akan minta masukan dari masyarakat seperti apa potensi becana yang terjadi wilayah itu dan perlu penanganan seperti apa. Karena bencana tidak dapat ditangani oleh satu sektor, melainkan semuanya harus terlibat termasuk masyarakat," tegas Agis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00