Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Kembali Memimpin Asosiasi Produsen Besi dan Baja se-Asia Tenggara

KBRN, Jakarta : South East Asia Iron & Steel Institute (SEAISI) sebuah organisasi produsen besi dan baja yang anggotanya terdiri dari negara Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Filipina yang memiliki peran penting dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para produsen baja di Asia Tenggara kini dipimpin oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim.

"SEAISI berperan penting dalam memfasilitasi penyelesaian masalah yang dihadapi oleh para produsen baja di Asia Tenggara. Industri besi dan baja di Asia Tenggara telah menjadi katalis aktivitas ekonomi bagi negara-negara di kawasan tersebut. SEAISI juga telah menjadi pusat data dan informasi yang berkaitan dengan aturan industri, kebijakan, dan ekonomi yang berguna bagi pengembangan industri baja di Asia Tenggara selanjutnya,” jelas Silmy.

Silmy menyampaikan, SEAISI yang didirikan pada tahun 1971 juga pernah diketuai oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel  (Persero) Tbk. Tungki Ariwibowo pada periode 1978-1980. Saat itu Tungki juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI pada Kabinet Pembangunan VI.

Silmy menerangkan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian utama pada organisasi SEAISI . Seperti meningkatkan utilisasi kapasitas produksi baja di Asia Tenggara dalam tingkat ekonomis untuk jangka panjang, meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri baja di Asia Tenggara, mengakselerasi investasi dan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan, dan yang terakhir adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Semua hal tersebut nantinya akan menguatkan negara-negara anggota SEAISI dalam menghadapi  berbagai tantangan ke depan. Kami juga terus berupaya memperjuangkan kebijakan-kebijakan untuk menghadapi gempuran baja-baja impor yang datang dari luar Asia Tenggara,” lanjut Silmy.

Adapun tujuan dibentuknya SEAISI Silmy menambahkan, guna mendorong negara-negara yang tergabung dalam SEAISI dalam mengaplikasikan teknologi baru dalam bidang konstruksi baja, pengembangan digitalisasi pada industri baja, serta meningkatkan awareness terhadap kelestarian lingkungan dengan menerapkan green industry yang diaplikasikan pada industri baja yang saat ini mulai gencar dilakukan di negara-negara Eropa dan Jepang.

“SEAISI turut mendukung proses pemulihan industri baja pasca pandemi Covid-19 di negara-negara Asia Tenggara serta terus memberikan kontribusinya untuk kemajuan industri baja di Asia Tenggara,” tutup Silmy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar