FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Distan Banten Bantah Data Kementan Soal Ratusan Ternak Terjangkit PMK

Petugas dari Dinas Pertanian provinsi Banten saat melakukan pengecekan kesehatan hewan di peternak di Banten.

KBRN, Serang: Kementrian Pertanian Republik Indonesia melansir terdapat 15 provinsi penyebaran penyakit kuku dan mulut pada hewan di Indonesia. Dari 15 provinsi tersebut termasuk Banten disebutkan terdapat 678 hewan yang terindikasi tertular. 

"Itu bukan suspek, tapi hanya hewan berisiko, kenapa karena yang 678 ekor dari data Kementan itu dilihat dari populasi yang ada di Tangsel. Karena populasi Tangsel sekitar 678 ekor, maka yang berisiko jumlahnya sekitar itu," ucap Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Pertanian provinsi Banten Ari Mardiana, Selasa (24/5/2022). 

Meski begitu, Ari tak menampik ada dua ekor hewan ternak yang pernah dilaporkan positif terkena PMK di Tangerang Selatan. Namun demikian dari data terbaru, dua hewan yang dimaksud saat ini sudah dinyatakan negatif dan tengah diisolasi. 

"Ada yang kena 2 ekor yang positif awalnya. Tapi itu sudah ditangani dan dari laporan terbaru sudah sembuh. Meski dua ekor itu masih diisolasi gak boleh di bawa keluar dulu," terang Ari. 

Saat ini, kata Ari pihaknya terus mengintensifkan koordinasi dengan Kab/ Kota serta pihak lain seperti TNI dan Polri. 

"Agar ketika ada informasi adanya hewan terjangkit PMK segera dilakukan upaya penanganan," jelasnya. 

Bupati Serang Ratu Ratu Chasanah mengaku telah mengintruksikan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan agar melakukan pemantauan kepada peternak se Kabupaten Serang. Bahkan  upaya penyuntikan juga perlu dilakukan guna mencegah penularan penyakit kuku dan mulut. 

"Sudah diintruksikan ke Dinas Pertanian dan Peternakan. Karena dalam waktu dekat ini kita kan ada Idul Adha," katanya. 

Saat ini tambah Ratu hewan-hewan di peternak banyak didatangkan dari luar Kabupaten Serang. Sehingga diharapkan Dinas Pertanian melakukan pengecekan ekstra ketat kepada hewan ternak yang masuk ke Kabupaten Serang. "Di tiap-tiap peternak yang menyediakan hewan kurban harus diperiksa detail. Karena hewannya didatangkan dari luar kab Serang. Kami melakukan pengetatan jadi hewan yang masuk diperiksa ketat oleh dokter-dokter hewan," imbuhnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar