Sosialisasi Peralihan TV Analog ke Digital di Pandeglang Belum Meluas

Ilustrasi. Pemerintah akan segera mengalihkan siaran TV analog ke digital di Pandeglang. (Pixabay)

KBRN, Pandeglang: Tahun  ini, pemerintah memastikan akan menghentikan siaran TV analog yang kemudian digantikan siaran TV digital. Program itu sudah mulai dilakukan secara bertahap dibeberapa daerah pada 30 April 2022 kemarin.

Namun, belum banyak masyarakat di Kabupaten Pandeglang yang mengetahui informasi dan cara peralihan siaran televisi tersebut.

“Melihat kesiapan peralihan, secara umum masyarakat Pandeglang banyak yang belum tahu. Mereka masih bingung cara migrasi ke digital,” ujar Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang, Tubagus Nandar Suptandar, Selasa (10/5/2022).

Baca juga: Pemkab Serang Bentuk Tim Percepatan dan Penerapan Digitalisasi Daerah

Pandeglang sendiri merupakan salah satu daerah yang termasuk daftar wilayah dengan penghentian siaran televisi analog tahap pertama. Walaupun sampai saat ini, siaran TV analog di Pandeglang masih bisa diakses.

“Kita berkewajiban sosialisasi tentang migrasi ke analog ke digital. Namun sosialisasi kita masih terbatas karena baru melalui Sosmed dan kalangan ASN agar segera migrasikan dari analog ke digital,” katanya.

“Awalnya memang Pandeglang akan dinon aktifkan pada 30 April, tapi ternyata sampai hari ini diperpanjang. Kemungkinan sampai bulan September. Tapi kami belum tahu alasannya kenapa,” sambung Nandar.

Baca juga: Hadapi Kemajuan Digital, Puluhan Santri di Banten Diberi Pelatihan Jadi Youtuber

Nandar menjelaskan, pihaknya juga masih menunggu aturan terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) perihal pemberian alat Set Top Box (STB) gratis. Soalnya, bantuan STB itu akan disesuaikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Kalau komunikasi soal DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), kami sudah menjalin dengan Dinsos. Mungkin nunggu update datanya di bulan Agustus. Saat ini data yang digunakan tahun 2021. Tapi itu juga tidak semua DTKS, sebagian saja karena kuotanya terbatas,” tutupnya.

Selanjutnya : Bantuan STB Harus Tepat Sasaran

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar