Polres Hentikan Proses Hukum 16 Pengikut Hakekok Balakasuta

Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi. (Dendy/RRI)

KBRN, Pandeglang: 16 penganut ajaran Hakekok Balakasuta urung diproses hukum. Kepolisian Resor Pandeglang memastikan tidak lanjut memperkarakan belasan pengikut yang diamankan saat menjalani ritual tanpa busana di area perkebunan kelapa sawit milik PT. Globalindo Agro Lestari (PT. GAL) di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang Kamis (11/3/2021) kemarin itu.

Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi menerangkan, alasan penghentian kasus itu karena setelah berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem), penganut Hakekok Balakasuta hanya perlu dilakukan pembinaan.

Baca juga: Pemimpin Hakekok Janjikan Penghidupan Layak Bagi Pengikutnya

"Proses hukum tidak kami lanjutkan atas dasar rapat koordinasi dengan Bakorpakem. Alasannya Bakorpakem menyatakan mereka perlu dilakukan pembinaan," katanya kepada RRI di Mapolres Pandeglang, Senin (15/3/2021).

Hamam menyebut, saat ini proses pembinaan sudah dilakukan di Pondok Pesantren Roudotul Ulum Cidahu pimpinan Abuya Muhtadi. Selain itu, Dinas Sosial juga ikut mengawasi pembinaan. Hanya saja Kapolres belum bisa memastikan berapa lama pembinaan dilakukan. 

"Proses pembinaan kami tidak tahu karena diserahkan sepenuhnya kepada Ponpes. Untuk saat ini, prosesnya masih berlangsung sampai sejauh mana perkembangan kondisi terkait 16 orang ini. Apakah nantinya bisa dikembalikan lagi ke tengah masyarakat," jelasnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menambahkan, pembinaan tersebut selain membentuk karakter yang beriman dan bertaqwa adalah untuk mengetahui sejauh mana latar belakang mereka. 

"Serta sejauh mana penyebaran aliran Balakasuta menyimpang tersebut baik dari aspek sosial ekonomi, dan spritual," ucap Irna.

Baca juga: Dibimbing Muhtadi, Pengikut Hakekok Balakasuta Nyatakan Tobat

Dirinya mengaku sudah mengintruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menelusuri apakah masih ada warga lainnya yang terpapar untuk diberikan pembinaan. 

"Selain itu, Camat juga harus mendata kelengkapan Adminduk penganut Hakekok Balakasuta. Jika mereka masuk kategori miskin, bisa didorong dengan program dari pemerintah untuk peningkatan ekonomi dan sosial," tandas bupati.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar